tambahnya.
Di sisi lain, RUPST tak cuma membahas dividen. Ada enam agenda lain yang dapat lampu hijau dari pemegang saham. Mereka menyetujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun buku 2025, sekaligus memberikan pelunasan tanggung jawab kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris.
Kemudian, rapat juga memberi wewenang untuk menetapkan gaji, tunjangan, dan remunerasi kinerja bagi para petinggi tersebut. Tak ketinggalan, penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun 2026 juga disahkan.
Ada pula pendelegasian wewenang untuk menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 dan RKAP 2027. Laporan penggunaan dana dari obligasi berwawasan sosial berkelanjutan pun dibahas. Terakhir, pemegang saham menyetujui perubahan klasifikasi saham seri B milik negara menjadi Saham Seri A Dwiwarna, sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan terbaru.
Semua capaian ini, tentu saja, punya latar belakang. Fokus BRI pada pemberdayaan UMKM rupanya membuahkan hasil yang signifikan. Ditambah lagi, transformasi digital yang digencarkan dinilai sukses meningkatkan efisiensi biaya dan menjangkau lebih banyak nasabah hingga ke pelosok.
Dengan langkah ini, BRI kembali menegaskan reputasinya. Bukan cuma sebagai bank dengan fundamental kuat, tapi juga sebagai emiten yang peduli pada imbal hasil optimal bagi para investornya.
Artikel Terkait
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi
Harga Emas Antam Naik Tipis, Buyback Melonjak Lebih Signifikan
IHSG Melonjak 6%, Namun 10 Saham Ini Anjlok Lebih dari 10%