JAKARTA – Situasinya sempat benar-benar genting. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, cadangan LPG nasional pernah anjlok hingga hanya cukup untuk hitungan hari saja. Fase kritis itu terjadi tepat sebelum awal April, imbas dari gejolak pasokan energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Namun begitu, suasana sekarang sudah jauh berbeda. "Urusan LPG kita sudah keluar dari zona yang sangat mengkhawatirkan," ujar Bahlil dengan nada lega.
Ia menyampaikan hal itu di acara peluncuran buku Satya Widya Yudha, Jumat (10/4), di kawasan Senayan. Bahlil menegaskan, stok energi nasional mulai dari solar, bensin, hingga LPG sudah dalam kondisi aman. "Kita sudah bisa tidur nyenyak," katanya.
Memang, perubahannya cukup signifikan. Kalau dulu cadangan cuma bertahan beberapa hari, kini sudah merangkak naik mendekati angka normal, yaitu sekitar sepuluh hari. Peningkatan ini tak lepas dari peran para kontraktor migas atau KKKS. Mereka mengalihkan pasokan yang seharusnya diekspor untuk memprioritaskan kebutuhan di dalam negeri.
"Ibarat orang sakit, kita keluar dari ruang ICU itu tanggal 4–5 April," Bahlil memberi gambaran. "Tidak pernah terjadi cadangan kita cuma beberapa hari. Tapi mulai dua hari kemarin saya sudah bisa tidur nyenyak."
Artikel Terkait
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Yield Capai 8,4%
Cimory Bagikan Dividen Rp1,59 Triliun dari Laba Bersih Rp2,03 Triliun
IHSG Melonjak 2,07%, Sentimen Beli Dominasi Pasar Saham
Saham TRUK Melonjak 24,73% Meski Rugi, WBSA IPO Diserbu Investor