Aspra Komitmen Dividen Minimal 20% di Tengah Kenaikan Harga Bahan Baku Plastik

- Rabu, 08 April 2026 | 18:40 WIB
Aspra Komitmen Dividen Minimal 20% di Tengah Kenaikan Harga Bahan Baku Plastik

Harga bahan baku plastik memang sedang naik. Tapi, di tengah situasi itu, PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) atau Aspra justru menyatakan komitmennya untuk tetap membagikan dividen tunai. Minimal, 20 persen dari laba bersih akan dikembalikan ke pemegang saham.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Arif dalam sebuah Public Expose virtual, Rabu (8/4/2026).

"Komitmen kami sesuai prospektus, minimal bagi dividen 20 persen. Kami ingin terus memberikan benefit lebih kepada shareholder," ujarnya.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Pasca peresmian pabrik keduanya, perusahaan ini merasa ada momentum bagus. Mereka memproyeksikan lompatan kinerja keuangan yang cukup signifikan. Apa pasal? Ternyata, sejumlah pelanggan baru berskala besar sudah antre, siap menyerap kapasitas produksi yang ada.

"Kita proyeksikan peningkatan yang signifikan. Customer-customer baru yang masuk ini skalanya besar. Harapannya, realisasi kinerja keuangan perusahaan juga akan semakin membaik ke depannya," tutur Arif lagi.

Lalu, strategi utama apa yang dijalankan tahun ini? Fokusnya adalah meningkatkan kapasitas produksi, terutama untuk segmen kemasan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Menurut Arif, sektor ini sudah berubah jadi kebutuhan pokok yang sangat stabil.

"Sekarang ini kan jarang banget masyarakat yang merebus air. Hampir semuanya pakai air kemasan. Nah, di situlah kami fokus, untuk memperbesar kapasitas produksi di segmen AMDK," jelasnya.

Optimisme mereka sepertinya punya dasar. Pada tahun buku 2025, ASPR mencatatkan kinerja yang cukup ciamik. Laba bersihnya melonjak 66,5 persen year-on-year, mencapai Rp9 miliar.

Yang menarik, pencapaian itu terjadi justru di saat harga bahan baku plastik merangkak naik. Pendorong utamanya adalah kenaikan laba kotor sebesar 24,2 persen menjadi Rp61 miliar. Jadi, meski biaya bahan baku meningkat, perusahaan tetap bisa menjaga marjin dan menghasilkan pertumbuhan yang impresif.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar