Jakarta, Rabu (8/4/2026) – Menjelang rencana IPO di luar negeri, MNC Digital Entertainment (MSIN) memutuskan untuk mengubah susunan jajaran direksi dan komisarisnya. Langkah ini diambil dalam sebuah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini. Intinya, perusahaan ingin memperkuat struktur tata kelolanya sebelum melangkah ke pasar modal internasional.
Dua nama baru pun bergabung sebagai komisaris independen. Mereka adalah Arthur William Tirta Sentana dan Roderick John Sutton. Kehadiran keduanya diharapkan bisa membawa perseroan memenuhi standar tata kelola yang berlaku di bursa luar negeri.
Direktur Utama MSIN, Angela Tanoesoedibjo, memberikan penjelasan mengenai pergantian ini.
"Melalui penguatan struktur pengurus yang selaras dengan regulasi tersebut, perseroan optimis dapat mengoptimalkan potensi pertumbuhan usaha, meningkatkan kepercayaan investor, serta memperkokoh posisi perseroan di kancah internasional," ujarnya.
Jadi, siapa sebenarnya dua sosok baru di balik layar MSIN ini? Mari kita lihat profil mereka.
Arthur William Tirta Sentana, pria kelahiran 1993 ini bukan nama baru di dunia keuangan. Pengalamannya selama sembilan tahun di Hong Kong, khususnya di bidang manajemen buy-side, jadi modal berharga. Ia punya jejak yang kuat dalam hubungan investor institusional, transaksi private equity, sampai eksekusi perdagangan berbagai instrumen keuangan.
Sebelumnya, Arthur pernah mendedikasikan diri di tim hubungan investor IJM Capital. Perusahaan itu mengelola aset utang privat di kawasan Asia Pasifik dengan nilai sekitar 1,5 miliar dolar AS. Posisi sebelumnya adalah sebagai Associate Vice President di Argyle Street Management. Di sana, tugasnya mencakup banyak hal: mulai dari eksekusi transaksi privat, perdagangan saham dan futures, hingga obligasi dan tentu saja, hubungan investor.
Di sisi lain, ada Roderick John Sutton biasa disapa Rod Sutton. Namanya sudah sangat dikenal sebagai profesional senior dengan pengalaman luar biasa: lebih dari 37 tahun berkecimpung di Asia Pasifik. Bidang keahliannya beragam, meliputi advisory business, restrukturisasi, audit, hingga forensic accounting.
Saat ini, Rod menjabat sebagai founding partner di Fortune Art Restructuring, sebuah firma penasihat yang fokus pada restrukturisasi dan transformasi bisnis perusahaan. Namun, karirnya sebelumnya cukup panjang. Ia pernah menjadi special advisor sekaligus chairman Asia Pasifik di FTI Consulting.
Sepanjang perjalanan karirnya, Rod Sutton sudah mencicipi banyak posisi strategis. Mulai dari CEO, anggota komite, direktur penasihat, chief restructuring officer, sampai ahli forensic accounting. Ia juga terlibat dalam berbagai penugasan besar, seperti restrukturisasi perusahaan, investigasi keuangan rumit, kasus fraud, hingga sengketa korporasi lintas negara. Pengalaman sepanjang itu tentu jadi bekal berharga untuk mengawal MSIN di tahap baru mereka.
Artikel Terkait
BEI Rombak Indeks Saham Syariah, Tujuh Saham Baru Masuk JII per Mei 2026
Nikkei Cetak Rekor Tertinggi Ditopang Saham Chip, Investor Pilih Sektor AI
Anak Usaha Chandra Asri Resmi Kelola Pelabuhan di Cilegon Perkuat Logistik Industri Petrokimia
Serangan AS di Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Brent, Selat Hormuz Kembali Terancam