OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi

- Minggu, 05 April 2026 | 23:30 WIB
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi

Pertemuan OPEC hari Minggu itu sendiri diawali dengan rapat Komite Pemantau Gabungan para Menteri (JMMC). Komite ini sebenarnya tidak punya kewenangan penuh untuk memutuskan kebijakan produksi. Setelahnya, delapan anggota inti OPEC menggelar pembicaraan terpisah dan akhirnya menyetujui angka kenaikan tadi. Angka 206 ribu barel itu sendiri bukan hal baru persis sama dengan kenaikan yang diputuskan untuk bulan April lalu, tepat ketika perang mulai berkobar.

Dan dampak perang ini sungguh luar biasa. Ini adalah gangguan pasokan minyak terburuk yang pernah disaksikan dunia. Sekitar 12 sampai 15 juta barel minyak hilang dari pasar setiap harinya. Angka itu setara dengan 15% dari pasokan global! Wajar saja harga minyak mentah melambung ke level tertinggi dalam empat tahun, nyaris menyentuh 120 dolar AS per barel.

Analis dari JPMorgan bahkan memberi peringatan lebih suram. Jika aliran melalui Selat Hormuz masih terhambat sampai pertengahan Mei, harga bisa melonjak di atas 150 dolar per barel. Itu akan memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa.

Jadi, apa arti kenaikan kuota ini? Sejumlah sumber di OPEC bilang, ini lebih ke sinyal politik. Sebuah pesan bahwa mereka siap meningkatkan produksi begitu Selat Hormuz kembali aman. Tapi untuk saat ini, itu hanya teori. Konsultan Energy Aspects dengan tepat menyebut langkah ini "bersifat di atas kertas". Selama konflik dan gangguan di selat itu berlanjut, semua rencana hanyalah angan-angan.

Pada akhirnya, pasar minyak dunia kini menggantungkan harapannya pada dua hal: diplomasi yang mengakhiri perang, dan keberanian para nahkoda kapal tanker untuk melintasi selat yang mencekam.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar