Soal harga, apakah wajar? Penilai independen dari KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan sudah melakukan valuasi. Hasilnya, nilai pasar BNI AM ditaksir sekitar Rp354,85 miliar. Nah, harga jual yang disepakati ternyata sedikit lebih tinggi dari angka taksiran itu. Makanya, pihak penilai menyimpulkan harganya wajar.
Mereka bahkan menyebut transaksi ini berpotensi memberikan angin segar bagi prospek keuangan BNI ke depannya. Di sisi lain, manajemen BNI juga bersikukuh bahwa seluruh proses berjalan sesuai aturan. Mereka menjamin tidak ada benturan kepentingan di dalamnya.
“Transaksi afiliasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan perseroan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,”
tambah pernyataan itu.
Jadi, lepasnya BNI AM sepertinya bukan sekadar jual-beli biasa. Ini adalah langkah penataan ulang untuk menciptakan pemain yang lebih tangguh di industri manajemen aset. Kita tunggu saja perkembangannya.
Artikel Terkait
Analis Prediksi Harga Minyak Bisa Tembus US$116 per Barel Pekan Depan
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Ekspansi Migas
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan