PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatatkan laba yang cukup impresif sepanjang 2025. Angkanya mencapai Rp711,06 miliar, melonjak dari posisi tahun sebelumnya yang 'hanya' Rp401,57 miliar. Perlu diingat, angka tahun 2024 itu sudah disesuaikan dengan standar akuntansi baru, PSAK 117, jadi perbandingannya pun apple to apple.
Menurut Adi Pramana, Presiden Direktur Tugu Insurance, capaian ini bukanlah kebetulan. "Perseroan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko melalui penguatan portofolio serta disiplin dalam underwriting," jelasnya.
Adi menambahkan, upaya itu bagian dari langkah perusahaan untuk mempertahankan kinerja yang sehat dan berkelanjutan. Pernyataan itu dia sampaikan dalam keterangan resmi, Minggu (5/4/2026).
Nah, soal standar akuntansi baru tadi, penerapan PSAK 117 ini memang bikin perusahaan harus menata ulang laporannya. Mereka melakukan restatement atas laporan tahun 2024 agar konsisten. Perubahannya terutama terasa di pengakuan pendapatan dan beban kontrak asuransi. Tapi, justru di tengah perubahan metode pelaporan itu, mesin bisnis Tugu disebut tetap berjalan produktif.
Di sisi lain, dari segi pendapatan, kinerjanya juga solid. Pendapatan Jasa Asuransi meroket 22,12% menjadi Rp9,11 triliun. Pendorong utamanya datang dari lini bisnis andalan: asuransi kebakaran & properti, offshore, dan aviation. Hasil jasanya sendiri bahkan melonjak lebih tajam, 39,10%, tembus Rp1,02 triliun.
Artikel Terkait
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Ekspansi Migas
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan
BNI Lepas 99,9% Saham BNI Asset Management ke Danantara Rp359,64 Miliar