Nah, selain kendaraan, Sugeng juga menyoroti hal yang lebih dekat dengan kita: kompor. Ia mendorong konversi kompor gas ke kompor listrik di rumah-rumah.
"Penggunaan kompor listrik dapat menjadi alternatif yang lebih efisien sekaligus memanfaatkan jaringan listrik yang telah tersedia luas di berbagai daerah," ujarnya.
Dua langkah ini, elektrifikasi transportasi dan rumah tangga, bukan cuma soal go green. Bagi Sugeng, ini adalah bagian dari strategi menghadapi ketidakpastian dunia yang makin pelik.
"Peningkatan konsumsi listrik domestik secara produktif akan memperkuat sistem energi nasional di tengah tekanan eksternal," jelasnya.
Tapi tentu, semua itu enggak bisa asal jalan. Ia menekankan, kebijakan elektrifikasi butuh dukungan regulasi yang matang. Tujuannya jelas: implementasinya efektif dan tidak malah membebani masyarakat.
"Dengan demikian, transisi energi dapat berlangsung bertahap sekaligus memberikan manfaat nyata bagi ketahanan energi nasional," pungkas Sugeng.
Artikel Terkait
Pemerintah Turki Naikkan Tarif Listrik dan Gas Rata-Rata 25% Mulai 2026
Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,857 Juta per Gram, PPN Dihapus
IHSG Anjlok Hampir 1%, Ditekan Saham Konglomerasi dan Bank Besar
OJK, BEI, dan KSEI Rampungkan Empat Agenda Kunci Perkuat Transparansi Pasar Modal