Boyolali – Akhirnya, ada secercah harapan untuk warga Desa Pilangrejo di Kecamatan Juwangi. Selama ini, mereka bergantung pada jembatan sasak dari bambu dan kayu untuk menghubungkan wilayah mereka. Jembatan itu lapuk, rentan rusak, dan harus diperbaiki berkali-kali. Namun, keadaan itu tak akan lama lagi. Sebuah jembatan beton permanen sedang dibangun, menggantikan struktur lama yang rapuh.
Bayangkan saja, jembatan yang jadi satu-satunya akses itu harus diganti rata-rata setiap enam bulan. Cuaca tak bersahabat, terik dan hujan, membuat kayu dan bambu cepat aus. Itu sudah berlangsung bertahun-tahun, menyulitkan mobilitas warga dalam aktivitas sehari-hari.
Kepala Desa Pilangrejo, Sukiman, tak menyembunyikan rasa syukurnya. Menurutnya, jembatan baru ini sangat dinantikan, mengingat perannya yang vital.
"Alhamdulillah, pada tahun 2026 ini desa kami mendapatkan perhatian khusus dari Bapak Presiden," ujar Sukiman.
Jembatan itu bukan sekadar penghubung biasa. Ia menyambung Dukuh Jinggolo dan Dukuh Andong, sekaligus menjadi jalur penting bagi anak-anak menuju sekolah seperti SD Juwangi 1, SMP Sudirman, dan SMA BK Juwangi. Tanpa akses yang layak, kegiatan belajar dan ekonomi serasa terhambat.
Artikel Terkait
Tiga Daerah di Sulsel Kolaborasi Olah Sampah Jadi Listrik 25 MW
Iran Izinkan Kapal Irak Melintasi Selat Hormuz di Tengah Blokade
Platform X Siapkan Fitur Auto-Lock untuk Cegah Penipuan Kripto
Polisi Buru Preman Diduga Aniaya Tuan Hajatan hingga Tewas di Purwakarta