Aliran dana lainnya? Ada setoran modal dan pinjaman ke anak perusahaan serta entitas asosiasi. Jumlahnya jauh lebih besar, yakni Rp3,32 triliun.
Perusahaan juga mengakuisisi saham. Mereka menambah kepemilikan di bisnis pengolahan bijih nikel dengan anggaran Rp1,60 triliun. Caranya dengan membeli 10% saham PT Obi Nickel Cobalt, sekitar 628.240 lembar. Dengan transaksi ini, porsi kepemilikan NCKL di perusahaan tersebut naik menjadi 20%.
Terakhir, masih ada sisa untuk modal kerja operasional. Sebesar Rp393,42 miliar dialokasikan untuk berbagai kebutuhan harian. Mulai dari bayar kontraktor, royalti, gaji karyawan, beli bahan bakar, sampai biaya perawatan rutin.
Perlu diingat, NCKL resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 12 April 2023. Kala itu, mereka melepas 7,99 miliar saham atau setara 12,67% dari modal ditempatkan. Hasilnya, dana segar yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp9,99 triliun. Dan kini, dana tersebut telah habis digunakan sesuai tujuan.
Artikel Terkait
Bank Danamon Bagikan Dividen Rp1,39 Triliun untuk Tahun 2025
PT Palapa Ring Barat Tunjuk Hekal Syamsuddin Yahya sebagai Direktur Baru
Folago Global Nusantara (IRSX) Cetak Laba Bersih Rp25,3 Miliar, Melonjak 4.768% di 2025
IHSG Anjlok 1,25% Diterpa Sentimen Serangan AS ke Iran