Manajemen punya beberapa pertimbangan. Salah satunya adalah rencana pemberian insentif untuk jajaran direksi dan karyawan pada tahun buku 2025 nanti. Insentif itu rencananya akan berbasis saham.
Di sisi lain, ada kendala teknis yang dirasakan. Volume perdagangan harian saham WINS dinilai terbatas. Belum lagi aturan main dari POJK 29/2023 yang membatasi harga beli dalam program buyback. Gabungan hal itu membuat target beli saham dalam sisa waktu yang ada sulit tercapai.
Nah, soal sisa dana yang masih menganggur itu, perusahaan punya rencana lain. Dana tersebut akan dialihkan untuk mendukung kegiatan operasional dan usaha perseroan ke depan.
Jadi, program buyback dihentikan, tapi dana sisa tak akan hilang begitu saja. Akan dipakai untuk hal lain yang dianggap lebih strategis.
Artikel Terkait
Laba Bersih MNC Digital Entertainment Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Anabatic Technologies Catat Kenaikan Laba Bersih 13,2% Meski Pendapatan Turun
RMKE Catat Pendapatan Rp2,2 Triliun di 2025, Jasa Logistik Jadi Penopang Laba
Tujuh Saham Perbankan Catat PBV di Bawah 1 pada Awal April 2026