Sepanjang Tahun Buku 2025, PT RMK Energy Tbk (RMKE) menunjukkan kinerja yang cukup solid. Pendapatan usahanya menembus angka Rp2,2 triliun. Pencapaian ini tak lepas dari performa gemilang di kuartal terakhir tahun itu, yang melonjak 55,1 persen secara tahunan menjadi Rp1,1 triliun.
Kalau dilihat dari kontribusinya, penjualan batubara masih jadi andalan utama dengan porsi 62,2 persen. Sementara itu, segmen jasa logistik batubara menyumbang 37,8 persen dari total pendapatan.
Di sisi lain, laba kotornya mencapai Rp405,4 miliar. Yang menarik, kontributor terbesarnya justru berasal dari segmen jasa logistik batubara, yang menopang 88,2 persen dari total laba kotor. Segmen penjualan batubara sendiri menyumbang 11,8 persen.
Kuatnya laba kotor ini terutama didorong oleh pertumbuhan signifikan di bisnis jasa logistik. Sepanjang 2025, segmen ini membukukan kenaikan 52,5 persen year-on-year menjadi Rp357,7 miliar.
Lalu, bagaimana dengan laba bersihnya? RMKE mencatatkan angka Rp245,4 miliar untuk periode yang sama. Momentumnya benar-benar terasa di kuartal IV-2025, di mana laba bersihnya mencapai Rp107,2 miliar atau naik 12,5 persen dari periode sama tahun sebelumnya.
Hebatnya, capaian di kuartal akhir itu hampir menyamai total laba yang berhasil dikumpulkan selama tiga kuartal pertama. Ini jelas menunjukkan momentum pemulihan yang kuat.
Struktur permodalan perusahaan juga terlihat sehat. Rasio debt to equity (DER) tercatat hanya 0,23 kali, angka yang relatif rendah dan menggambarkan kondisi keuangan yang stabil.
Menurut Direktur PT RMK Energy Tbk, Vincent Saputra, perjalanan sepanjang 2025 memang tak lepas dari gejolak pasar.
“Kinerja kami di semester pertama masih dipengaruhi volatilitas, terutama akibat faktor geopolitik global dan kondisi dalam negeri. Namun pada semester kedua, khususnya kuartal IV-2025, kami melihat tren kinerja yang sangat membaik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).
Vincent menambahkan, pertumbuhan laba terutama bersumber dari segmen jasa. Pendorongnya adalah peningkatan pendapatan dari area operasional hulu, seiring dengan mulai beroperasinya fasilitas hauling road baru di tahun 2025.
Dengan fasilitas baru itu, RMKE bisa mencatat tambahan pendapatan dari area hulu. Sementara volume jasa di hilir, khususnya pengangkutan tongkang, tetap bertahan di level yang stabil. Ke depan, perusahaan optimistis. Mereka yakin kinerja 2026 akan terus tumbuh, didukung oleh dua sumber pendapatan utama dari segmen jasa, baik di area hulu maupun hilir.
Targetnya pun cukup ambisius. Untuk tahun 2026, RMKE menargetkan volume pengangkutan batubara mencapai 12,7 juta ton. Sementara volume penjualan batubaranya ditargetkan 3,6 juta ton.
Rencana ekspansi juga sudah disiapkan. Perseroan berencana menambah volume jasa lewat perekrutan klien baru. Mereka juga akan memperluas penjualan batubara dari tambang-tambang yang sudah terhubung dengan fasilitas hauling road milik mereka.
“Kami berkomitmen terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan volume usaha. Tujuannya jelas, untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Vincent.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 3,14 Persen, Saham Bank dan Konglomerasi Dorong Rebound
Bursa Asia Terpuruk, Harga Minyak Melonjak Akibat Serangan AS ke Iran
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.744, Mayoritas Sektor Tertekan
Harga Emas Antam Kembali Turun, Buyback Terkoreksi Rp40.000 per Gram