Anabatic Technologies Catat Kenaikan Laba Bersih 13,2% Meski Pendapatan Turun

- Rabu, 01 April 2026 | 17:10 WIB
Anabatic Technologies Catat Kenaikan Laba Bersih 13,2% Meski Pendapatan Turun

Di tengah dinamika industri teknologi yang berubah cepat, PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) justru mencatatkan pertumbuhan laba. Sepanjang 2025, perusahaan ini membukukan laba bersih hingga Rp334,3 miliar. Angka itu naik 13,2 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp295,3 miliar.

Namun begitu, ada sisi lain dari laporan keuangan mereka. Pendapatan perseroan malah turun, berada di angka Rp8,47 triliun. Laba usahanya pun ikut merosot menjadi Rp547,01 miliar.

Presiden Direktur Anabatic Technologies, Harry Surjanto Hambali, menyikapi hasil ini dengan optimis. Pernyataannya dikeluarkan Rabu (1/4/2026).

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi perusahaan untuk terus beradaptasi dan memperkuat fokus pada solusi serta layanan teknologi memberikan hasil yang positif,” ujar Harry.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan.”

Menurutnya, angka-angka ini mencerminkan konsistensi strategi mereka. Fokus pada solusi dan layanan IT yang sesuai kebutuhan pasar yang terus bergerak dinamis, rupanya membuahkan hasil. Ini jadi modal penting untuk menjaga kinerja berkelanjutan sekaligus memperkuat fondasi bisnis jangka panjang di arena yang semakin kompetitif.

Lalu, bagaimana langkah ke depan? Memasuki 2026, Anabatic akan mengarahkan pengembangan bisnisnya pada penambahan dan diversifikasi solusi. Tentu saja, semua harus sejalan dengan tren pasar dan perkembangan teknologi digital.

“Kami terus mengembangkan portofolio solusi dan layanan digital agar dapat menjawab kebutuhan pelanggan secara lebih komprehensif,” tutur Harry.

“Hal ini juga untuk mendukung proses transformasi digital di berbagai sektor industri,” tambahnya.

Hingga akhir tahun 2025, posisi keuangan perusahaan menunjukkan total aset sebesar Rp5,22 triliun. Di sisi lain, liabilitas atau kewajiban yang harus ditanggung mencapai Rp4,42 triliun.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar