Lalu, apa sebenarnya Danantara? Prabowo menjelaskannya sebagai badan yang mengelola aset-aset strategis negara. Intinya, hampir semua aset penting kini dikonsolidasikan di bawah satu manajemen profesional. Tujuannya jelas: menciptakan pengelolaan yang rasional, akuntabel, dan mengikuti standar terbaik global.
“Kami menginginkan pengelolaan yang rasional dengan praktik terbaik,” jelasnya.
Dan hasilnya? Ternyata cukup menggembirakan. Dalam paparannya, Prabowo menyebut kinerja Danantara dalam setahun terakhir sangat kuat. Ia melihat peningkatan signifikan, bahkan ada bagian yang menunjukkan lonjakan pengembalian aset hampir 300 persen. Angka itu, baginya, bukan sekadar statistik. Itu bukti nyata bahwa Indonesia punya potensi besar untuk mengelola kekayaan nasional secara lebih produktif dan profesional.
“Dan hasilnya sangat menjanjikan,” pungkasnya. “Hanya dalam tahun pertama operasi dana kekayaan negara kami, kami melihat peningkatan yang signifikan.”
Forum di Tokyo itu pun ditutup dengan harapan. Harapan bahwa tawaran kerja sama ini tak hanya jadi wacana, tapi benar-benar mewujud dalam investasi yang saling menguntungkan.
Artikel Terkait
Wall Street Dibayangi Ketegangan Iran, Minyak Melonjak di Atas $115
Pemerintah Targetkan Groundbreaking Rusun Bantaran Rel Senen Mei 2026
Laba Bersih ICBP Melonjak 30% Jadi Rp9,2 Triliun di Tengah Tekanan Biaya
Stok Beras Bulog Tembus Rekor 4,3 Juta Ton, Inflasi Berhasil Dikendalikan