Kinerja PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) di tahun lalu ternyata cukup solid. Bayangkan, produsen mi instan raksasa itu berhasil membukukan laba bersih hingga Rp9,2 triliun sepanjang 2025. Angka itu melonjak signifikan, sekitar 30 persen, dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang berada di level Rp7,1 triliun.
Di sisi lain, cerita dari penjualan agak berbeda. Penjualan neto konsolidasi memang naik tipis 3 persen menjadi Rp74,8 triliun. Mayoritas, sekitar 69 persen, masih bertumpu pada pasar dalam negeri. Sementara itu, kontribusi dari luar Indonesia menyumbang 31 persen dari total penjualan tersebut.
Namun begitu, tekanan biaya ternyata tak bisa dihindari. Meski penjualan bertambah, laba bruto justru turun 2 persen ke angka Rp26,4 triliun. Pemicunya jelas: kenaikan harga bahan baku yang merayap naik. Untungnya, laba usaha masih bisa bertahan dengan kenaikan 2 persen menjadi Rp16,6 triliun, dengan margin di 22,3 persen.
Kalau dilihat lebih dalam, laba inti atau core profit setelah mengesampingkan item non-recurring dan selisih kurs justru turun 4 persen menjadi Rp9,98 triliun. Lagi-lagi, lonjakan beban bahan baku menjadi biang keladinya.
Menanggapi hasil ini, Direktur Utama sekaligus CEO ICBP, Anthoni Salim, mengakui tantangan yang dihadapi. Tapi dia cukup bangga dengan ketangguhan yang ditunjukkan perusahaan.
"Meski kondisi makroekonomi penuh tantangan, kami berhasil membuktikan ketangguhan kinerja dan mempertahankan kepemimpinan di sektor barang konsumsi," ujarnya.
Artikel Terkait
Wall Street Dibayangi Ketegangan Iran, Minyak Melonjak di Atas $115
Pemerintah Targetkan Groundbreaking Rusun Bantaran Rel Senen Mei 2026
Stok Beras Bulog Tembus Rekor 4,3 Juta Ton, Inflasi Berhasil Dikendalikan
WOM Finance Bagikan Dividen Rp46 Miliar dari Laba Bersih Rp142,5 Miliar