Dokumen itu juga memberi penjelasan soal latar belakang gejolak ini.
Namun begitu, semua informasi ini masih berupa kabar angin. Sampai detik ini, Pertamina sendiri belum memberikan konfirmasi resmi. Mereka masih bungkam, belum ada jawaban yang keluar dari pihak perusahaan.
Sebenarnya, kenaikan seperti ini sudah diprediksi oleh sejumlah pengamat. Wisnu Wibowo, ekonom dari Universitas Airlangga, sebelumnya sudah mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi adalah konsekuensi yang wajar.
Menurut Wisnu, kenaikannya mungkin tidak akan melampaui 10%. Pemicunya kompleks, mulai dari geopolitik Timur Tengah yang memanas, pergerakan harga acuan MOPS, sampai fluktuasi nilai tukar Rupiah yang memang lagi gamang. Intinya, pasar internasional lagi bergejolak, dan kita ikut merasakan dampaknya di SPBU.
Artikel Terkait
Wall Street Dibayangi Ketegangan Iran, Minyak Melonjak di Atas $115
Pemerintah Targetkan Groundbreaking Rusun Bantaran Rel Senen Mei 2026
Laba Bersih ICBP Melonjak 30% Jadi Rp9,2 Triliun di Tengah Tekanan Biaya
Stok Beras Bulog Tembus Rekor 4,3 Juta Ton, Inflasi Berhasil Dikendalikan