Alhasil, posisi kas dan setara kas di akhir tahun 2025 pun membengkak. Tercatat Rp1,53 triliun, atau naik luar biasa sebesar 616 persen dari posisi akhir 2024 yang sebesar Rp213,55 miliar. Perusahaan jelas punya likuiditas yang jauh lebih sehat.
Dari sisi neraca, gambaran ekspansi perusahaan semakin jelas. Total aset HRTA membesar menjadi Rp12,6 triliun, naik 111 persen dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan persediaan, kas, serta piutang dan pinjaman yang mereka berikan.
Di sisi lain, liabilitas atau kewajiban perusahaan juga ikut membesar, tumbuh 160 persen menjadi Rp9,37 triliun. Lonjakan ini sejalan dengan strategi ekspansi pendanaan mereka melalui penerbitan obligasi dan pinjaman bank.
Meski utang bertambah, ekuitas pemilik tetap tumbuh dengan baik. Posisinya di akhir 2025 tercatat Rp3,23 triliun, naik 37 persen dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa akumulasi laba perusahaan tetap terjaga, bahkan setelah memperhitungkan pembagian dividen.
Secara keseluruhan, laporan ini menggambarkan sebuah tahun yang sangat solid bagi Hartadinata Abadi. Mereka tidak hanya menjual lebih banyak, tetapi juga berhasil mengelola pertumbuhan itu dengan cukup baik.
Artikel Terkait
Laba Bersih Matahari Department Store Anjlok 12,4% di Tahun Buku 2025
Laba Bersih Hermina (HEAL) Anjlok 20% Meski Pendapatan Naik
Bapanas Klaim Stok Pangan Nasional Kuat Hadapi Ancaman Godzilla El Nino 2026
Laba Bersih Tjiwi Kimia Turun 7,2% di 2025 Meski Penjualan Stabil