Lalu untuk apa dana segar ini? Menurut penjelasan pihak bank, fasilitas pinjaman ini akan dipakai untuk memperkuat likuiditas jangka panjang. Di sisi lain, ini juga jadi modal untuk mendukung ekspansi, terutama dalam menyalurkan kredit ke lebih banyak nasabah.
Hubungan antara BMAS dan KBank sendiri memang sangat erat. KBank, melalui anak perusahaannya yang bernama Kasikorn Vision Financial Company Pte Ltd (KVF), menguasai mayoritas saham BMAS. Angkanya tidak main-main, yaitu 86,03 persen. Jadi, wajar kalau dukungan likuiditas seperti ini diberikan.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Laba Bersih Hermina (HEAL) Anjlok 20% Meski Pendapatan Naik
Bapanas Klaim Stok Pangan Nasional Kuat Hadapi Ancaman Godzilla El Nino 2026
Laba Bersih Tjiwi Kimia Turun 7,2% di 2025 Meski Penjualan Stabil
Laba Bersih Hartadinata Abadi Melonjak 121% Jadi Rp979,6 Miliar pada 2025