Analis Peringatkan Rupiah Berpotensi Tembus Rp20.000 per Dolar AS dalam 3-6 Bulan

- Minggu, 29 Maret 2026 | 09:15 WIB
Analis Peringatkan Rupiah Berpotensi Tembus Rp20.000 per Dolar AS dalam 3-6 Bulan

"Yang menentukan rupiah adalah apakah aliran dana eksternal (utang) tetap masuk atau berhenti. Stabilitas rupiah tergantung pada kemampuan Indonesia untuk terus mengakses utang luar negeri," jelasnya.

Di sisi lain, narasi bahwa ekonomi kita kuat lantaran cadangan devisa membengkak, menurut Anthony, agak menyesatkan. Faktanya, sektor fiskal dan moneter kita masih rapuh. Sangat sensitif terhadap guncangan dari luar, apalagi yang berskala global seperti dinamika geopolitik sekarang.

"Ekonomi Indonesia sangat rentan terhadap guncangan eksternal. Konflik di Iran berpotensi mengganggu pasokan minyak dan gas global, dengan implikasi serius terhadap ekonomi dunia, termasuk Indonesia," tambahnya.

Masalahnya, cadangan devisa yang besar itu sebagian besar adalah akumulasi utang. Dan uang pinjaman itu tidak dipakai untuk kegiatan produktif, melainkan lebih sering dipakai untuk intervensi menjaga nilai tukar rupiah. Cukup ironis.

Lalu, bagaimana dampak perang? Faktor eksternal seperti konflik di Iran ini bisa menjadi katalis yang mempercepat segala tekanan. Harga minyak meloncat, rantai pasok global kacau, dan modal pun lari ke aset-aset yang dianggap aman. Kombinasi mematikan bagi mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Anthony mengingatkan kita pada pengalaman pahit 1997. Saat itu, pelemahan rupiah 25-30 persen dalam waktu singkat langsung memicu krisis valuta yang lebih luas. Respons kebijakan yang terlambat adalah kesalahan yang tak boleh terulang. Ancaman rupiah tembus Rp20.000 bukan lagi sekadar omongan. Ini peringatan yang harus didengar.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar