Minggu pagi ini (29/3), suasana di pasar-pasar tradisional tampak sedikit berbeda. Harga sejumlah bahan pokok bergerak, sebagian naik cukup signifikan, sementara yang lain justru melorot. Pergerakan ini terpantau jelas dibandingkan hari-hari sebelumnya, dengan bawang dan beras menjadi sorotan utama.
Menurut data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, pergerakan harga memang terjadi. Pantauan pukul 9 pagi menunjukkan, bawang merah meroket 3,13 persen ke level Rp46.100 per kilogram. Bawang putih juga ikut naik, meski tipis, sekitar 0,12 persen menjadi Rp40.250 per kg.
Tak cuma bawang. Hampir semua jenis beras yang dipantau juga mengalami kenaikan, meski persentasenya beragam. Mulai dari beras kualitas bawah I dan II, hingga beras medium dan super, semuanya bertambah harganya. Kenaikannya berkisar antara 0,24 hingga 0,35 persen. Sebagai contoh, beras medium I sekarang Rp16.050 per kg, sedangkan beras super I dijual Rp17.250 per kg.
Namun begitu, kabar baik datang dari komoditas cabai. Harganya beragam. Cabai merah besar dan keriting justru turun cukup dalam, masing-masing 7,47% dan 9,32%. Tapi jangan senang dulu, karena cabai rawit hijau malah naik 3,23 persen. Sementara itu, cabai rawit merah justru mengalami penurunan paling tajam, hampir 10 persen, menjadi Rp84.500 per kg. Lumayan, buat yang suka pedas.
Di sisi lain, harga protein hewani tampak berfluktuasi. Daging ayam ras segar naik 1,16 persen. Sebaliknya, harga daging sapi justru mengalami penurunan, baik untuk kualitas I maupun II, turun sekitar 1 persen.
Kenaikan juga terjadi pada beberapa kebutuhan dapur lainnya. Gula pasir, baik premium maupun lokal, harganya merangkak naik. Minyak goreng, entah itu curah atau kemasan bermerek, ikut-ikutan naik meski persentasenya kecil. Minyak curah, misalnya, sekarang Rp19.800 per liter.
Sedikit pelipur lara, harga telur ayam ras segar turun tipis 0,15 persen, menjadi Rp33.600 per kilogram. Perubahan harga-harga ini tentu langsung dirasakan ibu-ibu yang berbelanja untuk kebutuhan akhir pekan.
Begitulah kondisi terbaru harga pangan nasional. Naik turunnya memang hal biasa, tapi selalu jadi perhatian utama karena langsung menyentuh kantong masyarakat.
Artikel Terkait
Iran Bantah Klaim Trump soal Kesepakatan dengan AS, Negosiasi Nuklir Masih Berlangsung
Pemkab Sidoarjo Pertahankan Opini WTP dari BPK untuk ke-13 Kali Berturut-turut
Sepuluh Saham Paling Tertekan Selama Sepekan, ASPR Anjlok Hingga 37,85 Persen
Beko Proyek Drainase Diduga Tersenggol Pipa Gas, Warga Perumnas I Bekasi Panik