Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah menyiapkan rencana balas dendam setelah skuad Garuda gagal meraih gelar di Piala AFF 2026. Kini, fokus pelatih asal Inggris itu tertuju pada FIFA ASEAN Cup 2026 yang dianggap sebagai kesempatan emas untuk menebus kekecewaan.
Herdman mengaku lebih optimistis kali ini. Dengan skuad yang diperkuat pemain-pemain yang berkarier di Eropa, ia yakin Indonesia mampu berbicara banyak di turnamen mendatang. Kegagalan di Piala AFF dijadikannya sebagai pengalaman berharga, termasuk menghadapi situasi sulit seperti pertandingan berat dan keputusan wasit yang kontroversial.
"Menghadapi situasi sulit baik itu pertandingan yang berat maupun keputusan wasit yang menantang tentu saja merupakan bagian dari proses pembelajaran tersebut. Bagaimana kita mengendalikan emosi dan tetap fokus pada tugas yang ada," jelas Herdman.
Saat ini, Herdman telah mengalihkan fokus ke agenda berikutnya, termasuk FIFA ASEAN Cup 2026. Ia menekankan pentingnya kesabaran dalam menanti trofi pertama, tetapi yakin peluang itu akan datang.
"Kita harus bersabar menanti trofi pertama kita. Seperti yang sudah saya katakan, ada agenda September-Oktober serta turnamen FIFA ASEAN mendatang. Ini akan menjadi kesempatan emas bagi kita untuk melangkah maju dan memetik pelajaran dari turnamen ini," katanya.
Kehadiran pemain-pemain yang berkarier di Eropa, seperti Kevin Diks dan Jay Idzes, diharapkan dapat menambah daya ledak tim. Herdman optimistis kekuatan tim akan meningkat seiring bergabungnya mereka.
"Saya rasa kehadiran Kevin Diks, Jay Idzes, dan beberapa pemain lainnya di tim ini akan membuat langkah kita semakin maju. Itulah kesempatan kita selanjutnya setelah melewatkan peluang di sini (AFF)," bebernya.
Identitas Permainan yang Makin Kuat
Selain kualitas individu, Herdman mengaku puas dengan identitas permainan yang mulai dibangun Timnas Indonesia, terutama dalam hal pressing tinggi dan penguasaan bola. Ia menilai fondasi budaya tim sudah terbentuk dengan baik.
"Sebagai staf pelatih dan pemain, kita telah meletakkan fondasi budaya yang baik. Para pemain telah berjuang untuk satu sama lain," katanya.
"Secara taktik, Anda dapat melihat ada identitas yang jelas. Kita bermain tandang, kita melakukan pressing tinggi, kita mendominasi bola. Dan di masa depan, kita harus memenangkan trofi itu."
Artikel Terkait
Luciano Leandro Sebut Empat Kunci Sukses Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026
Timnas Indonesia Hadapi Jepang di Laga Pembuka Piala Asia 2027
FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Tuan Rumah, Jadwal Timnas Masih Menanti
Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Beredar, PSSI: Belum Final