Timnas Indonesia Siap Balas Dendam di FIFA ASEAN Cup 2026

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Timnas Indonesia Siap Balas Dendam di FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah menyiapkan rencana balas dendam setelah skuad Garuda gagal meraih gelar di Piala AFF 2026. Kini, fokus pelatih asal Inggris itu tertuju pada FIFA ASEAN Cup 2026 yang dianggap sebagai kesempatan emas untuk menebus kekecewaan.

Herdman mengaku lebih optimistis kali ini. Dengan skuad yang diperkuat pemain-pemain yang berkarier di Eropa, ia yakin Indonesia mampu berbicara banyak di turnamen mendatang. Kegagalan di Piala AFF dijadikannya sebagai pengalaman berharga, termasuk menghadapi situasi sulit seperti pertandingan berat dan keputusan wasit yang kontroversial.

"Menghadapi situasi sulit baik itu pertandingan yang berat maupun keputusan wasit yang menantang tentu saja merupakan bagian dari proses pembelajaran tersebut. Bagaimana kita mengendalikan emosi dan tetap fokus pada tugas yang ada," jelas Herdman.

Saat ini, Herdman telah mengalihkan fokus ke agenda berikutnya, termasuk FIFA ASEAN Cup 2026. Ia menekankan pentingnya kesabaran dalam menanti trofi pertama, tetapi yakin peluang itu akan datang.

"Kita harus bersabar menanti trofi pertama kita. Seperti yang sudah saya katakan, ada agenda September-Oktober serta turnamen FIFA ASEAN mendatang. Ini akan menjadi kesempatan emas bagi kita untuk melangkah maju dan memetik pelajaran dari turnamen ini," katanya.

Kehadiran pemain-pemain yang berkarier di Eropa, seperti Kevin Diks dan Jay Idzes, diharapkan dapat menambah daya ledak tim. Herdman optimistis kekuatan tim akan meningkat seiring bergabungnya mereka.

"Saya rasa kehadiran Kevin Diks, Jay Idzes, dan beberapa pemain lainnya di tim ini akan membuat langkah kita semakin maju. Itulah kesempatan kita selanjutnya setelah melewatkan peluang di sini (AFF)," bebernya.

Identitas Permainan yang Makin Kuat

Selain kualitas individu, Herdman mengaku puas dengan identitas permainan yang mulai dibangun Timnas Indonesia, terutama dalam hal pressing tinggi dan penguasaan bola. Ia menilai fondasi budaya tim sudah terbentuk dengan baik.

"Sebagai staf pelatih dan pemain, kita telah meletakkan fondasi budaya yang baik. Para pemain telah berjuang untuk satu sama lain," katanya.

"Secara taktik, Anda dapat melihat ada identitas yang jelas. Kita bermain tandang, kita melakukan pressing tinggi, kita mendominasi bola. Dan di masa depan, kita harus memenangkan trofi itu."

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags