Minggu pagi itu, suasana di halaman Kementerian Pertahanan terasa hening dan khidmat. Usai upacara penghormatan terakhir, jenazah almarhum Juwono Sudarsono mulai diberangkatkan. Tujuannya adalah Taman Makam Pahlawan Kalibata. Menurut pantauan di lokasi, prosesi pemberangkatan itu berlangsung sekitar pukul sepuluh lewat empat puluh menit.
Wakil Menteri Pertahanan, Marsekal Madya (Purn) Donny Ermawan Taufanto, hadir langsung untuk melepas kepergian mantan menteri yang pernah dipimpinnya itu. Sebelumnya, digelar acara serah terima yang penuh makna dari pihak keluarga ke negara. Setelah semua proses selesai, peti jenazah kemudian dimasukkan ke dalam mobil untuk perjalanan terakhirnya.
“Untuk di Kalibata nanti akan dipimpin langsung, inspektur upacaranya adalah Bapak Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin,” ujar Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, Minggu (29/3).
Artinya, Sjafrie Sjamsoeddin sendiri yang akan memimpin upacara pemakaman nanti. Ini menjadi bentuk penghormatan tertinggi dari institusi yang pernah dipimpin almarhum.
Juwono Sudarsono bukan nama sembarangan. Ia adalah mantan Menhan yang menjabat di era Presiden Abdurrahman Wahid, atau Gus Dur, dan kemudian dilanjutkan pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Dunia harus merelakan kepergiannya di usia 84 tahun, tepatnya pada Sabtu (28/3) siang, pukul 13.45 WIB.
Kini, perjalanan panjangnya telah usai. Ia akan beristirahat di antara para pahlawan bangsa di Kalibata, meninggalkan warisan dan kenangan di dunia pertahanan Indonesia.
Artikel Terkait
Mitra Statistik BPS 2026 Wajib Unggah Pakta Integritas, Gaji Diperkirakan Rp3–5 Juta per Bulan
Sapi Kurban Lepas dan Mengamuk di Minimarket Bogor, Kerugian Capai Rp3 Juta
Honda Resmi Luncurkan Mobil Listrik Super-One di Jepang, Punya Mode Boost Bertenaga 93 dk
Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Serahkan Sapi Kurban ‘Si Loreng’ dan ‘Wirabumi’ ke Masjid Istiqlal