Pagi ini, IHSG sempat memberi harapan. Dibuka di zona hijau, tepatnya di level 7.313, bahkan sempat menyentuh puncak harian di angka 7.323. Tapi ternyata, optimisme itu tak bertahan lama.
Pada penutupan sesi pertama Kamis (26/3/2026), situasinya berbalik seratus delapan puluh derajat. Indeks malah anjlok 1,21 persen, terhempas ke posisi 7.214,08. Perubahan suasana yang cukup drastis, bukan?
Kalau dilihat dari aktivitasnya, pasar cukup ramai. Volume perdagangan mencapai 18,71 miliar saham dengan nilai transaksi Rp25,94 triliun. Tapi, lebih banyak saham yang tertekan. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 371 tercatat turun, sementara yang menguat hanya 311. Sisanya, 276 saham, stagnan alias diam di tempat.
Tekanan jual ternyata datang dari mana-mana, terutama dari sektor energi dan industri. Dua sektor ini jadi korban koreksi terdalam, masing-masing ambles 2,05 persen dan 2,04 persen. Teknologi juga ikut terimbas, melemah 1,26 persen.
Di sisi lain, sektor transportasi justru menjadi penyelamat suasana. Catatannya gemilang, melonjak 2,64 persen. Sektor kesehatan juga sedikit bernapas lega dengan kenaikan tipis 0,01 persen. Tapi, itu saja jelas tak cukup untuk menahan gempuran pelemahan dari sektor-sektor besar lainnya.
Artikel Terkait
Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 60% di Tengah Masa Transisi Operasional
Laba Bersih Chandra Asri Melonjak 2.662% Jadi Rp 23,8 Triliun pada 2025
Laba Bersih DGWG Tembus Rp218,85 Miliar di 2025, Didongkrak Pendapatan Rekor
ESDM Siap Naikkan Harga Patokan Nikel Usai Perintah Presiden Prabowo