Laporan Keuangan Gemilang Tak Cegah Saham Pop Mart Anjlok 20% di Hong Kong

- Rabu, 25 Maret 2026 | 16:20 WIB
Laporan Keuangan Gemilang Tak Cegah Saham Pop Mart Anjlok 20% di Hong Kong

Di sisi lain, manajemen perusahaan tampaknya masih percaya diri. Chairman sekaligus CEO Pop Mart, Wang Ning, menyatakan optimisme dan menargetkan pertumbuhan pendapatan minimal 20 persen untuk tahun 2026. Namun, dia menegaskan sikap kehati-hatian.

"Kami tidak akan mengejar pertumbuhan yang terlalu agresif yang meningkatkan pendapatan dengan mengorbankan profitabilitas," tegas Wang dalam konferensi dengan analis dan investor.

Pop Mart, yang bermula dari pemain domestik, kini telah menjelma menjadi merek global. Ekspansi mereka cukup agresif. Tren global terhadap mainan koleksi dan produk berbasis IP populer seperti The Monsters (termasuk Labubu), Molly, dan Crybaby masih menjadi motor utama. Mereka tak cuma mengandalkan penjualan produk fisik.

Strategi ekspansi mereka lebih luas. Awal tahun ini, kapasitas produksi sudah diperluas ke beberapa negara, termasuk Meksiko, Kamboja, dan Indonesia. Rantai pasok global diperkuat. Bahkan, rencana besar sudah disiapkan: menjadikan London sebagai kantor pusat di Eropa dan bekerja sama dengan Sony Pictures untuk mengembangkan film berbasis karakter Labubu.

Jadi, meski angka di laporan keuangan terlihat gemilang, sentimen pasar justru diwarnai kehati-hatian. Investor sepertinya sedang menunggu bukti bahwa pertumbuhan cemerlang ini bisa berkelanjutan, dan bahwa transisi bisnis mereka ke lini-lini baru akan berjalan mulus. Perjalanan Pop Mart ke depan masih menarik untuk ditunggu.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar