Seorang pria berusia 51 tahun, Rahmat Prihatin, akhirnya berhasil diamankan warga di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Aksi warga ini bukan tanpa sebab. Rahmat diduga kuat telah menjalankan modus penipuan lowongan kerja yang menjerat puluhan orang.
Kabar penangkapan itu pun sampai ke telinga aparat. Kompol Murodih, Kasi Humas Polres Metro Jaksel, membenarkan kejadian tersebut pada Kamis (4/12/2025).
"Telah diserahkan satu orang laki-laki yang diduga telah melakukan tindak pidana penipuan yang terjadi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara," ujar Murodih.
Menurut sejumlah saksi, kejadiannya berlangsung Rabu malam lalu, tepatnya sekitar pukul 10 malam. Yang bikin miris, korban yang tertipu ternyata banyak sekali. Sementara ini, polisi menyebut ada sekitar 18 orang yang menjadi sasaran. Kerugian materialnya pun tidak main-main.
"Korban sekitar kurang lebih 18 orang, kerugian Rp 40 jutaan," jelasnya lagi.
Modusnya klasik tapi selalu mempan. Dua minggu sebelumnya di Kalibata, Rahmat konon membuka "pintu harapan" bagi para pencari kerja. Dia menawarkan posisi-posisi menggiurkan dengan iming-iming yang sulit ditolak.
"Awal mula para korban dijanjikan di terima kerja sebagai sekuriti, pramugara bus TransJakarta, dan lain-lain dengan membayar sejumlah uang Rp 2-4 juta," sebut Murodih membeberkan cara kerja pelaku.
Nyatanya, janji itu cuma isapan jempol belaka. Hari berganti hari, lowongan yang dijanjikan tak kunjung jadi kenyataan. Para korban pun sadar telah dibohongi.
Kini, Rahmat sudah diamankan polisi untuk dimintai keterangan lengkap. Namun, sebelum sampai di kantor polisi, dia sempat merasakan amarah warga yang tak terbendung.
Ada video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan momen itu. Dalam cuplikan yang ramai itu, terlihat sang pelaku dikerumuni warga yang emosi. Dia sempat menjadi bulan-bulanan sebelum akhirnya diselamatkan oleh pihak berwajib.
Artikel Terkait
MPR: Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bukan Sekadar Kompetisi, tapi Ruang Tanamkan Nilai Kebangsaan
Kemen PPPA Latih Relawan Laskar Tanna Jadi Garda Depan Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak
Mertua dan Menantu Jadi Kurir Sabu, Selundupkan Narkoba ke Lapas Kedungpane
Dr. Oky Pratama Jalani Pemeriksaan di Polda Jabar Terkait Unggahan Mafia Skincare Richard Lee, Bantah Isu Buzzer