Operasi Ketupat Lodaya 2026: 826.858 Kendaraan Padati Jalan Raya Puncak

- Rabu, 25 Maret 2026 | 19:15 WIB
Operasi Ketupat Lodaya 2026: 826.858 Kendaraan Padati Jalan Raya Puncak

Jalan Raya Puncak, Bogor, kembali jadi magnet wisatawan. Selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang berlangsung 13 hingga 25 Maret, suasana di sana tak ubahnya lautan kendaraan. Satlantas Polres Bogor mencatat angka yang fantastis: tak kurang dari 826.858 mobil memadati kawasan itu sepanjang masa mudik dan libur Lebaran.

KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto, membeberkan rinciannya pada Rabu (25/3/2026).

"Dari tanggal 13 Maret sampai hari ini, kendaraan roda empat yang keluar dari exit tol Ciawi menuju Puncak ada 411.774 unit," jelas Ardian.

"Sementara yang sudah meninggalkan wilayah Puncak sejak awal operasi, tercatat 415.084 kendaraan," tambahnya.

Dari dua angka itu, total lalu lintas naik-turun untuk kendaraan roda empat atau lebih menyentuh 826.858 kendaraan. Angka yang benar-benar menggambarkan betapa ramainya kawasan itu.

Meski begitu, ada sedikit pelonggaran di hari terakhir operasi. Ardian mengaku volume kendaraan menuju Puncak pada Rabu (25/3) mulai turun. Tapi jangan salah, arus diprediksi masih akan bertambah hingga tengah malam.

"Hari ini ada peningkatan, tapi tidak setinggi Senin atau Selasa lalu. Durasi sistem satu arah pun tidak lama, tadi hanya sekitar 3 jam untuk arus turun," ujarnya.

"Sampai pukul 24.00 nanti, volumenya masih akan bertambah sedikit. Hanya saja, lonjakan signifikan tampaknya tidak terjadi," imbuh Ardian.

Operasi resmi mungkin berakhir, namun kewaspadaan tidak. Menurut Ardian, personel Satlantas akan tetap disiagakan di Jalan Raya Puncak. Alasannya jelas: libur sekolah dan kebijakan kerja dari rumah (WFH) yang masih berlaku berpotensi memicu arus wisatawan.

"Ini jadi kegiatan rutin kami, mirip pengamanan akhir pecan. Tujuannya mengantisipasi lonjakan arus karena libur sekolah dan WFH," tutupnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar