"Hari ini kita ubah paradigma," serunya.
"Petani tidak boleh hanya menjual hasil panen, tetapi harus masuk dalam rantai industri. Kita bangun dari hulu sampai hilir agar nilai tambah meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat."
Di sisi lain, kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong industrialisasi berbasis sumber daya alam. Dalam konteks itu, sektor pertanian dinilai punya posisi strategis sebagai fondasi.
Amran lalu menyoroti konsep 'pohon industri'. Setiap komoditas, katanya, punya banyak cabang turunan. Kelapa bisa jadi puluhan produk, dari minyak hingga sabun. Kakao bisa diolah jadi cokelat batangan atau kosmetik. Singkong punya jalur panjang, dari tepung tapioka sampai bioetanol.
Pada akhirnya, hilirisasi ini diharapkan jadi lebih dari sekadar angka. Ia diandaikan sebagai motor penggerak ekonomi desa, mengubah lanskap pertanian kita dari penyedia bahan baku menjadi pusat pencipta nilai.
Artikel Terkait
Harga CPO Menguat Pekan Ketiga, Didukung Konflik Timur Tengah dan Harga Energi
Saham Energi Boy Thohir Jadi Penopang Pasar di Tengah Pelemahan IHSG
Menkeu Purbaya Bicara Beban Jabatan dan Rencana Bantu Pedagang Terbelit Utang
Bitcoin Koreksi 7% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga dan Revisi Proyeksi Inflasi