Madrid, Spanyol – Menjelang Piala Dunia 2026, ingatan kolektif pecinta sepak bola pasti akan melayang ke satu pertandingan yang benar-benar fenomenal. Ya, itu adalah momen ketika Spanyol tak hanya mengalahkan, tapi benar-benar melumat Kosta Rika dengan skor telak 7-0 di edisi 2022 lalu. Bukan cuma skornya yang mencengangkan, tapi cara mereka melakukannya.
Bayangkan, penguasaan bola mencapai 81 persen! Angka itu, menurut catatan resmi FIFA, adalah yang tertinggi dalam sejarah kemenangan di putaran final Piala Dunia. Mereka bukan cuma memegang bola, tapi mengolahnya dengan presisi yang luar biasa. Menurut sejumlah saksi mata di stadion, permainan Spanyol saat itu terlihat seperti mesin yang berjalan sempurna.
Efisiensi mereka di depan gawang juga gila-gilaan. Tujuh tembakan pertama yang mengarah ke gawang, berbuah tujuh gol. Nyaris tak ada yang terbuang. Kalau dibandingin sama masa kejayaan mereka di 2010, produktivitas ini bahkan lebih mentereng. Yang lebih mencengangkan lagi, selisih gol dalam satu laga itu saja lebih besar dari total selisih gol mereka sepanjang jadi juara dunia dulu. Cukup bikin ternganga.
Di sisi lain, statistik operan mereka juga tak kalah absurd. Spanyol menjadi tim pertama yang sukses menyelesaikan tepat 1.000 operan dalam 90 menit pertandingan. Itu bukan dominasi biasa, itu penguasaan total.
Namun begitu, yang paling menarik mungkin adalah pesan di balik kemenangan itu. Luis Enrique saat itu dengan berani mempercayakan masa depan. Dia menurunkan empat pemain di bawah umur 21 tahun sekaligus: Balde, Gavi, Pedri, dan Nico Williams. Langkah itu menjadikan Spanyol sebagai negara Eropa pertama dalam 92 tahun terakhir, sejak Yugoslavia di 1930, yang berani melakukan hal serupa di panggung Piala Dunia. Sebuah regenerasi yang berani dan penuh kepercayaan.
Jadi, jelang kick-off 2026 nanti, pertunjukan Spanyol melawan Kosta Rika itu tetap jadi acuan. Ia mengingatkan semua tim bahwa di tengah hiruk-pikuk sepak bola modern, penguasaan bola yang presisi dan penuh tujuan tetap jadi senjata yang sangat menakutkan. Sebuah standar baru yang ditinggalkan, menunggu untuk ditandingi atau bahkan dilampaui.
Ditulis oleh: Fityan
Editor: Redaktur
Artikel Terkait
Hakim Sebut Empat Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Goblok dan Dinilai Cemarkan Nama Baik Bais
Ratusan Bikers Matic Meriahkan Bogor Ride, Motul Hadirkan Komunitas dan Selebritas
Bamsoet Sebut Radikalisme di Tubuh Polri Ancaman Serius bagi Legitimasi Negara
Densus 88 Tangkap Delapan Terduga Teroris JAD di Poso dan Parigi Moutong