Baku Hantam di Pangandaran Usai Dicegat OTK
Suasana malam takbiran di Pangandaran, Sabtu (21/3/2026) lalu, ternoda oleh aksi kekerasan. Di Dusun Ciokong, Desa Sukaresik, sebuah perkelahian pecah di pinggir jalan. Bermula dari pencegatan terhadap dua pemuda yang sedang dalam perjalanan pulang.
Galih dan Ipong baru saja menghadiri lomba ngabedug yang diadakan Polres setempat. Mereka melaju pulang dengan sepeda motor, tanpa menduga bakal dihadang. Tiba-tiba saja, beberapa orang tak dikenal naik dua motor menghadang dan memepet mereka.
Korban berusaha kabur, terus gas. Tapi para pelaku nampaknya ngotot. Kejar-kejaran pun terjadi, berakhir di wilayah Dusun Ciokong, kampung halaman Galih dan Ipong sendiri.
Di situlah situasi meledak. Adu mulut tak terelakkan, panas, dan eskalasinya cepat sekali. Hanya hitungan menit, pertikaian verbal berubah jadi baku hantam. Tinju dan tendangan pun saling melayang di tepi jalan yang gelap.
Keributan itu tentu menarik perhatian. Warga sekitar yang mendengar keriuhan langsung berhamburan keluar. Melihat warga kampungnya terdesak, beberapa orang tak tinggal diam. Mereka turun tangan, membantu Galih dan Ipong. Akibatnya, perkelahian yang awalnya cuma melibatkan beberapa orang, jadi makin meluas dan kacau.
Hingga kini, motif pencegatan masih gelap. Polisi masih menyelidiki. Tapi ada dugaan kuat, ini soal persoalan pribadi yang kebetulan memuncak di malam yang seharusnya penuh kedamaian itu.
Agus, ayah dari salah satu korban, tak mau diam. Dia sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Pangandaran.
"Harus ada tindakan. Ini sudah keterlaluan," ujarnya, berharap pihak berwajib segera menindak tegas para pelaku.
Artikel Terkait
100 Ribu Pelamar Berebut 37 Posisi Program Padat Karya Pemprov DKI Jakarta
Harga Emas Batangan Pegadaian Turun Seragam di Seluruh Varian, Ukuran 1 Gram Tembus Rp2,66 Juta
Pemprov DKI Buka Akses Gratis ke 11 Museum pada 22, 27, dan 28 Juni 2026
Kabinet Bantah Starmer Akan Mundur, Tekanan Politik Meningkat Usai Kemenangan Burnham