Jakarta, suasana Lebaran masih terasa hangat. Di area Masjid Salahuddin, kompleks Kantor Pusat Ditjen Pajak, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampil santai usai salat Id. Yang menarik perhatian, baju koko lengan pendek yang dikenakannya. Rupanya, itu hasil buruannya di Pasar Tanah Abang dengan harga yang cukup terjangkau.
“Ini di Tanah Abang waktu itu. Kayaknya ini 125 (ribu), kayaknya,” ujar Purbaya sambil tersenyum pada awak media yang mengepungnya.
Dia tak sungkan mengakui kalau sempat menawar harga baju tersebut. “Dikit lah tawarnya. Boleh (nawar), kan kita ngirit,” candanya, lalu berbisik, “Ini jangan kelihatan ya.”
Meski begitu, sebagai pejabat, urusan pembayaran tetap dia lakukan dengan tertib. Purbaya mengaku bukan dirinya yang langsung membayar di lapangan.
“Yang bayar Pak Sekjen soalnya,” tambahnya sambil tertawa lepas.
Lebaran tahun 2026 ini memang spesial baginya. Ini adalah kali pertama dia menjalani hari raya sebagai Menkeu. Sebuah momen yang dia akui membawa beban pikiran lebih berat ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Tanggung jawab mengelola keuangan negara nyatanya kerap terbawa sampai ke rumah.
“Pertama jadi Menteri ya... Lebih berat daripada biasanya. Kalau malam santai saja masih mikir gitu. Kadang-kadang susah tidur,” tuturnya.
Namun begitu, di balik beban itu ada kebahagiaan lain. “Tapi lebih senang. Bonus lebih banyak,” ucap Purbaya, tanpa merinci lebih jauh soal ‘bonus’ apa yang dimaksud.
Artikel Terkait
Saham Energi Boy Thohir Jadi Penopang Pasar di Tengah Pelemahan IHSG
Bitcoin Koreksi 7% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga dan Revisi Proyeksi Inflasi
Kemenhub Klaim Harga Tiket Mudik Masih Wajar, OTA Dituding Sebabkan Persepsi Mahal
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium