Mengenal Tradisi Unik Lebaran di Indonesia, dari Ketupat hingga Grebeg Syawal

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:30 WIB
Mengenal Tradisi Unik Lebaran di Indonesia, dari Ketupat hingga Grebeg Syawal

Jakarta selalu berubah saat Lebaran tiba. Jalanan yang biasanya macet, mendadak lengang. Suasana itu, ditambah aroma ketupat dan opor yang menyebar dari rumah-rumah, menandai datangnya Idulfitri momen yang paling dinanti umat Islam di Indonesia. Tapi, perayaannya jauh lebih dalam dari sekadar ibadah dan kumpul keluarga. Ada begitu banyak tradisi unik yang mengakar, warisan turun-temurun yang jadi cermin nyata betapa kayanya budaya kita.

Dari ujung barat sampai timur Nusantara, setiap daerah punya caranya sendiri merayakan kemenangan ini. Tradisi-tradisi itu bercampur antara nilai agama, sosial, dan kearifan lokal, menciptakan sebuah mozaik perayaan yang sungguh meriah.

Sepuluh Tradisi yang Wajib Dikenal

1. Ketupat, Si Raja di Meja Makan

Mustahil bicara Lebaran tanpa menyebut ketupat. Hidangan dari beras yang dibungkus anyaman janur ini selalu hadir. Paduannya? Opor ayam, rendang yang gurih, atau sambal goreng ati. Kombinasi itu sudah seperti paket wajib yang menyatukan selera.

2. Senyum Manis karena Salam Tempel

Ini dia tradisi yang bikin anak-anak semangat menyambut Lebaran. Anggota keluarga yang sudah bekerja biasanya siap-siap dengan amplop berisi uang THR. Reaksi senang dan mata berbinar si kecil saat menerimanya, itu lah momen yang tak terlupakan.

3. Gaya dengan Baju Baru

Tampil fresh dengan pakaian baru di hari raya seakan jadi kewajiban tak tertulis. Makanya, sejak Ramadan mulai, pusat perbelanjaan langsung ramai dengan promo baju Lebaran. Antusiasme masyarakat untuk tampil berbeda di hari spesial ini memang luar biasa.

4. Berbagi Kebahagiaan lewat Parcel

Nggak cuma silaturahmi langsung, berbagi bingkisan atau parcel ke kerabat juga masih langgeng. Isinya biasanya makanan ringan dan minuman khas. Sekarang parcel makin kreatif bentuknya, tapi intinya tetap sama: mengirimkan rasa peduli.

5. Semarak Malam dengan Takbiran

Suasana malam sebelum Lebaran punya ciri khasnya sendiri. Bunyi takbir berkumandang di mana-mana, diiringi tabuhan beduk yang rancak. Warga sering berkeliling kampung, menciptakan pawai sederhana nan meriah. Ritme dan kemeriahannya bisa beda tiap daerah, tapi semangat bersyukurnya sama.

6. Petasan dan Kembang Api Warna-warni

Kalau takbiran identik dengan suara, maka langit malam sering dihiasi cahaya kembang api. Petasan biasanya baru berbunyi di pagi hari, usai salat Id. Meski sering jadi perdebatan soal keamanan, bagi banyak orang, suara dan cahaya itu sudah jadi bagian dari “rasa” Lebaran yang sulit dihilangkan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar