Hari Sabtu itu, Slamet Riyadi sudah antre sejak pukul sembilan pagi. Di usianya yang ke-63, warga Depok ini rela menunggu lama di depan Gerbang Kemensetneg, Jakarta Pusat. Tujuannya satu: mengikuti open house di Istana Negara. Ia berharap bisa dapat sembako, sekadar untuk menambah stok makanan di rumah.
"Ya kan daripada kita kan udah libur kerja," ujarnya, beralasan. Suaranya terdengar lirih di tengah kerumunan.
"Daripada nganggur gitu ya, daripada di rumah kan bengong. Ya kita namanya orang nggak punya ya harus gimana caranya secara ini mencari nafkah gitu buat keluarga."
Perjalanannya dimulai pagi-pagi benar. Sekitar pukul 8.30 WIB, Slamet naik kereta dari Depok. Ini pengalaman pertamanya. "Nggak apa-apa. Ini saya seumur-umur baru ini aja," katanya sambil menggeleng. "Baru aja ini. Baru ngantre. Dulu-dulu nggak pernah."
Kehidupan Slamet tak mudah. Pria yang dulunya bekerja sebagai sopir ini terkena PHK di tahun 2019. Sejak itu, ia mengaku hanya kerja serabutan. Mungkin itu sebabnya, acara seperti open house punya arti lebih baginya.
Artikel Terkait
Polda Riau Ganti THR dengan Sedekah Bibit Pohon di Idul Fitri
Khatib Idul Fitri di Deli Serdang Serukan Penguatan Spiritual, Sosial, dan Empati
Macet Parah, Jasa Marga Terapkan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek
Tradisi Salam Tempel Lebaran: Dari Sejarah Hingga Kisaran Nominal yang Biasa Diberikan