Malam takbiran di Purwakarta berlangsung meriah. Sementara sebagian besar orang bersiap untuk berkumpul dengan sanak keluarga, ada sekelompok orang yang justru meninggalkan suasana hangat rumah mereka. Mereka adalah para petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup setempat, yang memilih untuk memastikan kota tetap bersih dari tumpukan sampah.
Tanggung jawab itu tak berhenti di malam takbiran saja. Bahkan saat hari Lebaran tiba, mereka tetap terlihat sibuk di jalanan. Fokusnya jelas: membersihkan lokasi-lokasi yang digunakan untuk salat Idulfitri. Sampah yang paling banyak mereka temui? Alas koran bekas pakai jemaah, yang seringkali tertinggal begitu saja.
Dari depan RSUD Bayu Asih di Jalan Veteran, para pasukan oranye ini mulai bergerak. Rutenya mengarah ke pusat kota dan berakhir di kawasan Sindang Kasih. Bayangkan, mereka menyisir jarak sekitar tiga kilometer. Setiap sampah yang tercecer, atau yang sudah dikumpulkan warga, mereka pungut dengan telaten.
"Ini suatu kewajiban ya untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih untuk Purwakarta Istimewa," ujar Aris, salah satu petugas kebersihan.
Dia mengakui ada rasa sedih yang menyertai tugasnya. "Dukanya ya saya sama rekan-rekan tidak bisa Lebaran bersama-sama keluarga. Tapi kami melaksanakan ini dengan penuh rasa tanggung jawab, dengan keikhlasan."
Pernyataannya itu disampaikan dalam program Live Event Metro TV, Sabtu, 21 Maret 2026.
Untuk mengatasi limpahan sampah selama momen hari raya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta tak main-main. Setidaknya seratus personel lapangan diterjunkan. Dukungan armada juga disiapkan: tujuh pickup dan satu truk sampah dikerahkan. Tujuannya, agar proses pengangkutan sampah ke TPA bisa berjalan lebih cepat dan kota pun kembali raya.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Surabaya, Rabu 6 Mei 2026: Subuh Pukul 04.14 WIB, Magrib 17.24 WIB
Korlantas Pilih Jalur Dialog dan Pelatihan, Bukan Sekadar Tilang, untuk Tekan Kecelakaan Angkutan Umum
Indonesia dan Jepang Sama-Sama Raih Kemenangan di Laga Perdana Grup B Piala Asia U17
Dudung Bantah Punya Masalah Pribadi dengan Habib Rizieq dan Menolak Tudingan di Balik Pidato Prabowo