Selama beberapa tahun belakangan, PGJO memang identik dengan bisnis teknologi, terutama lewat aplikasi travel marketplace bernama Pigijo. Tapi, tampaknya era itu akan segera berakhir.
Semuanya berubah setelah pengendali baru masuk. Strategi perusahaan pun dirombak total. PGJO kini punya ambisi untuk bertransformasi menjadi sebuah perusahaan induk, atau holding company, yang fokusnya bukan lagi pariwisata, melainkan logistik dan pertambangan.
Ambisi itu bukan sekadar wacana. Mereka sudah mulai eksekusi dengan membentuk beberapa anak perusahaan baru. Di Oktober 2025, misalnya, lahir PT Samudera Sejahtera Shipping dan PT Mega Mitra Marine. Keduanya digadang-gadang akan berkutat di bisnis logistik dan pelayaran.
Tak berhenti di situ, langkah ekspansi terus berlanjut. Pada Desember 2025, PGJO mendirikan dua entitas lagi: PT Niaga Batu Raya dan PT Niaga Nikel Raya. Dengan ini, komitmen mereka untuk menggarap sektor pertambangan semakin jelas terlihat.
Perubahan besar sedang terjadi di tubuh PGJO. Lepasnya PTS mungkin hanya awal dari serangkaian langkah transformasi yang akan terus menyita perhatian pasar.
Artikel Terkait
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta
BEI Tetapkan Libur Perdagangan 5 Hari Berturut-turut Maret 2026 untuk Nyepi dan Idulfitri