Setelah empat hari berturut-turut lesu, IHSG akhirnya bangkit pada Selasa (17/3/2026). Penguatan di bursa Asia dan Wall Street semalam memberi angin segar, meski sentimen pasar tetap dibayangi ketegangan geopolitik dan libur panjang yang sudah di depan mata.
Di sisi lain, investor lokal juga masih menunggu. Mereka mencermati kebijakan pemerintah, menanti keputusan MSCI, dan tentu saja, bersiap untuk masa libur Hari Suci Nyepi dan Idulfitri yang dimulai besok.
Pergerakannya sendiri cukup bergejolak di awal sesi. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, pada pukul 09.21 WIB, IHSG berhasil naik 1,25 persen ke level 7.110,08. Meski begitu, nilai transaksinya masih terbilang minim, cuma Rp1,93 triliun dengan volume sekitar 3,83 miliar saham. Dari papan perdagangan, 482 saham menguat, 137 melemah, dan 339 lainnya stagnan.
Analis dari BRI Danareksa memprediksi pergerakan IHSG hari ini masih akan terbatas.
“Untuk perdagangan Selasa (17/3), IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan support di level 7.000 dan resistance di 7.100,” kata mereka.
Sentimen pasar, menurut analis tersebut, masih terbelah. Ada kekhawatiran soal konflik Timur Tengah, sikap ‘wait and see’ jelang libur, dan fokus pada keputusan suku bunga Bank Indonesia yang diyakini bakal bertahan di 4,75 persen. Pengumuman BI sendiri rencananya baru keluar sore nanti, sekitar pukul 14.30 WIB.
Artikel Terkait
Garudafood Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp50 Miliar untuk Jaga Stabilitas Harga
IHSG Menguat 1,14% di Sesi Pertama, XISB dan ROCK Jadi Top Gainer
BNI Bagikan Dividen Rp13,03 Triliun, Pencatatan 26 Maret 2026
Saham Energi Grup Boy Thohir Menguat, Didorong Harga Batu Bara dan Proyek Smelter