Mereka juga menekankan bahwa level 7.000 adalah area krusial.
“Jika mampu bertahan, IHSG berpeluang mengalami technical rebound. Namun jika ditembus, kondisi tersebut berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan,” tulis BRI Danareksa dalam laporannya.
Nah, sentimen global hari ini memang sedikit lebih cerah. Bursa Asia menguat, mengikuti kenaikan di Wall Street semalam. Harga minyak yang mulai mereda jadi salah satu pemicunya. Menurut Trading Economics, perbaikan ini terjadi setelah beberapa kapal tanker berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat. Isu bahwa sejumlah negara besar siap melepas cadangan minyak strategisnya juga ikut menenangkan pasar.
Lonjakan harga minyak sebelumnya sempat bikin was-was, terutama buat negara pengimpor seperti Jepang. Kabar baiknya, indeks Nikkei 225 dan Topix hari ini naik, memutus tren turun tiga hari berturut-turut.
Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) diperkirakan akan bermain aman dengan mempertahankan suku bunga kebijakannya pekan ini. Ketidakpastian global yang meningkat membuat mereka kemungkinan besar tak akan bergerak.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga mencatatkan kenaikan kecil, mengakhiri tren pelemahan tiga hari sebelumnya. Semuanya bergerak pelan, tapi setidaknya ada sinyal hijau setelah beberapa hari diwarnai merah.
Artikel Terkait
Garudafood Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp50 Miliar untuk Jaga Stabilitas Harga
IHSG Menguat 1,14% di Sesi Pertama, XISB dan ROCK Jadi Top Gainer
BNI Bagikan Dividen Rp13,03 Triliun, Pencatatan 26 Maret 2026
Saham Energi Grup Boy Thohir Menguat, Didorong Harga Batu Bara dan Proyek Smelter