Dengan kondisi seperti ini, Ibrahim memprediksi pergerakan rupiah hingga penutupan nanti masih akan sangat fluktuatif. Trennya cenderung melemah. Dia memperkirakan support ada di sekitar Rp16.960, sementara resisten di level Rp17.020.
Jadi, wajar kalau banyak pelaku pasar memilih untuk menahan diri dan menunggu. Sikap "wait and see" itu dominan sambil mata mereka tertuju ke perkembangan di Timur Tengah. Sentimen dari sana masih berpotensi besar menekan nilai tukar mata uang negara berkembang, tak terkecuali rupiah kita.
(NIA DEVIYANA)
Artikel Terkait
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2026 Belum Dipangkas Pemerintah
IHSG Anjlok 1,61%, Sentimen Jual Dominasi Pasar
Merdeka Gold Jual Perdana 16 Kg Emas dari Tambang Pani ke Antam
Tiga Emiten Emas RI Masuk Indeks Global GDXJ, Respons Pasar Beragam