Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu lalu, manajemen PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) akhirnya mengantongi restu untuk memecah nilai nominal sahamnya. Rasio yang disetujui adalah 1:25, atau yang biasa kita kenal dengan stock split. Ini bukan langkah kecil, tapi bagian dari strategi besar perusahaan.
Presiden Direktur DSSA, L Krisnan Cahya, menjelaskan alasan di balik keputusan ini. Menurutnya, langkah ini adalah wujud dari visi jangka panjang perseroan.
Dia melanjutkan, dengan harga yang lebih mudah diakses, diharapkan basis pemegang saham bisa meluas. Hal ini pada gilirannya diyakini akan mendorong tata kelola perusahaan yang lebih kuat.
Secara teknis, dampaknya cukup signifikan. Saham DSSA yang kini bertengger di level Rp94.000 per lembar, nantinya akan menyentuh kisaran Rp3.750 pasca pemecahan. Jumlah saham yang beredar pun bakal melonjak drastis, dari sekitar 7,7 miliar lembar menjadi hampir 192,6 miliar lembar.
Artikel Terkait
ADRO Siapkan Rp4 Triliun dari Kas Internal untuk Buyback Saham
Wall Street Dibayangi Inflasi dan Gejolak Minyak, Pasar Terbelah
ELPI Bagikan Dividen Rp126 Miliar untuk Tahun Buku 2025
DSSA Setujui Stock Split 1:25, Harga Saham Bakal Turun ke Rp3.750