Harapannya sederhana: kasus meludahi kasir swalayan itu rampung dengan cara kekeluargaan. Itulah yang diungkapkan Amal Said, dosen Universitas Islam Makassar, terkait insiden viral yang menyeret namanya. Dia mengaku tak ingin perkara ini berujung panjang di ranah hukum.
Menurut Amal, sudah ada komunikasi antara kepolisian, kampus tempatnya mengajar, dan pihak swalayan. “Untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).
Pasca laporan korban ke Polsek Tamalanrea, dirinya memang telah dihubungi polisi. Meski menyatakan siap menjalani prosedur, ia tetap berharap ada jalan mediasi. “Saya dihubungi tadi. Saya tidak berharap begitu, tapi kalau terpaksa apa boleh buat. Ada mau klarifikasi juga,” katanya.
Soal pemicu keributan, Amal punya versi berbeda. Ia membantah keras tuduhan menerobos antrean dengan sengaja. Menurut pengakuannya, saat itu ia hanya berpindah ke meja kasir lain yang terlihat kosong. Teguran dari sang kasir kemudian dirasanya sebagai sebuah penghinaan.
“Saya kan dituduh menyerobot antrean. Sebenarnya ndak,” jelasnya dengan nada bersemangat. “Saya itu pindah dari antrean yang tujuh orang ke antrean yang sudah kosong. Tidak benar saya menyerobot.”
Artikel Terkait
Banjir Bandang di Angola Tewaskan 15 Orang dan Rendam Ribuan Rumah
Lebaran Betawi ke-18 Digelar di Lapangan Banteng April 2026
Serangan Udara Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Orang, Luka 30
Arbeloa Anggap Beban Kekalahan Madrid ke Mallorca Sebagai Tanggung Jawab Pribadi