Namun begitu, Krisnan menegaskan satu hal penting. Stock split ini murni penyesuaian jumlah lembar. Hak suara dan nilai ekonomi yang dimiliki setiap investor tetap sama, tidak berkurang ataupun berubah. Hanya saja, lembarannya yang bertambah banyak.
Lalu, apa harapan perusahaan? Tentu saja ada efek psikologis dan likuiditas di pasar.
Untuk jadwal pelaksanaannya, investor perlu mencatat. Perdagangan dengan nilai nominal lama akan berlangsung hingga 6 April 2026. Setelah itu, mulai 7 April 2026, saham DSSA sudah akan diperdagangkan dengan nilai nominal yang baru hasil pemecahan.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
ADRO Siapkan Rp4 Triliun dari Kas Internal untuk Buyback Saham
Wall Street Dibayangi Inflasi dan Gejolak Minyak, Pasar Terbelah
ELPI Bagikan Dividen Rp126 Miliar untuk Tahun Buku 2025
DSSA Setujui Stock Split 1:25, Harga Saham Bakal Turun ke Rp3.750