Lalu, bagaimana dengan Wall Street? Rupanya, pasar AS kehilangan momentum pada sesi Selasa waktu setempat. Awalnya sempat menguat, tapi kemudian berbalik merah. Investor tampaknya masih gamang.
Harapan untuk cepat berakhirnya ketegangan AS-Israel dengan Iran memudar. Apalagi, ancaman militer baru muncul menyusul laporan penempatan ranjau di Selat Hormuz oleh Iran. Presiden AS Donald Trump langsung merespons dengan ancaman pembalasan dan kembali menyerukan penyerahan total Iran. Situasi ini menambah kerumitan.
“Pasar sempat menunjukkan kekuatan, tetapi seluruh kenaikan itu kembali hilang. Ada banyak kebingungan di kalangan investor,”
kata Tim Ghriskey, Senior Portfolio Strategist di Ingalls & Snyder, New York, seperti dikutip Reuters.
Hasilnya, Dow Jones dan S&P 500 sama-sama ditutup melemah. Nasdaq nyaris stagnan, hanya naik 0,01 persen. Jadi, meski Asia hari ini bernafas lega, ketidakpastian global masih nyata dan bisa mengubah suasana kapan saja.
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Menguat 0,59%, Mayoritas Sektor Catatkan Kenaikan
Harga Emas Antam Naik Rp40.000 per Gram, Sentuh Rp3,08 Juta
Wall Street Berakhir Bervariasi, Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen
Harga Emas Bangkit Didorong Pelemahan Dolar dan Meredanya Sentimen Inflasi