Maksudnya gimana? Intinya, jumlah dan harga saham yang kamu pegang akan disesuaikan secara proporsional. Jadi, nilai ekonominya tetap sama persis seperti sebelum stock split dilakukan. Cuma, nanti lembar sahamnya jadi lebih banyak dengan harga per lembar yang lebih murah.
Tak cuma saham biasa, perseroan juga akan menyesuaikan instrumen lainnya. Mereka akan melakukan penyesuaian terhadap Waran Seri I, dengan rasio yang sama, yaitu 1:1. Saat ini, ada sekitar 240 juta waran dengan nilai Rp400. Setelah penyesuaian, nilainya turun jadi Rp200 per waran, tapi jumlahnya membengkak menjadi hampir 480,5 juta unit.
Rencana ini, tentu saja, belum final. CYBR masih harus mengantongi lampu hijau dari para pemegang saham. Untuk itu, mereka telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rapat penentu itu rencananya digelar pada pertengahan April 2026 mendatang.
Jadi, kita tunggu saja kelanjutannya. Apakah para investor akan menyambut baik rencana ini? Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Pupuk Indonesia Niaga dan Semen Baturaja Jalin Kerja Sama Perdagangan Clay
Wall Street Turun Lagi, Tertekan Isyarat Eskalasi Ketegangan Timur Tengah
OJK Wajibkan Dana IPO Ditampung dalam Rekening Khusus
Pemerintah Tegaskan Belum Ubah APBN Meski Harga Minyak Sempat Melonjak