Menteri Kesehatan Kerahkan Tim dan Vendor Perbaiki Alat Medis Rusak di Aceh

- Senin, 08 Desember 2025 | 19:42 WIB
Menteri Kesehatan Kerahkan Tim dan Vendor Perbaiki Alat Medis Rusak di Aceh

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sudah bergerak cepat. Menanggapi kerusakan parah di fasilitas kesehatan Aceh pascabencana, ia mengerahkan tim Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) untuk turun langsung memeriksa kondisi alat-alat medis. Rumah sakit di Aceh Tamiang jadi salah satu fokusnya.

“Hari ini semua tim dari Bapelkes, yang mengirim dan memeriksa alat-alat, sudah kita kirim,” ujar Budi saat ditemui di Kantor Kemenko PMK/BKKBN, Jakarta Timur, Senin (8/12).

Tak cuma mengandalkan tim internal, pihaknya juga memanggil vendor penyedia alat kesehatan. Mereka diminta mengirim teknisi ke lokasi untuk ikut mengevaluasi kerusakan.

“Dan kita minta semua vendor juga kirim teknisinya untuk melihat,” tegasnya.

Beberapa peralatan kritis seperti patient monitor, CT-scan, dan perangkat X-ray kini sedang dalam pemeriksaan mendetail. “Ini sekarang sedang dilihat,” kata Budi. Ia berharap perbaikan bisa segera dilakukan, apalagi kabarnya pasokan listrik di wilayah terdampak mulai kembali normal. Itu bisa mempercepat proses.

Ancaman Tak Kasat Mata: Wabah Pascabencana

Sebelumnya, Budi sudah mengingatkan soal ancaman gelombang kedua pascabencana. Bukan gempa atau banjir, melainkan penyakit. Pernyataan ini disampaikannya dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di posko terpadu penanganan bencana alam Aceh.

“Gelombang kedua dari kematian sesudah bencana adalah penyakit. Nah, penyakit ini yang kita sudah temukan sekarang. Di atas sepuluh itu karena ibu hamil, kelahirannya terlambat,” papar Budi.

“Kemudian cuci darah. Karena banyak sekali pasien cuci darah ini harus seminggu tiga kali, kalau berhenti dia wafat,” lanjutnya dengan nada prihatin.

Faktanya, dari 18 kabupaten/kota yang terdampak, baru 12 wilayah yang rumah sakitnya berfungsi penuh. Enam lainnya masih berjuang. “Ada enam, Pak, yang masih belum penuh. Sehingga ruang operasinya, ruang cuci darahnya tidak penuh,” jelas Budi.

Keenam daerah itu adalah Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues. Masalahnya berlapis. Tiga daerah terakhir Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues masih terkendala akses jalan yang putus. Ini jadi hambatan terbesar.

“Nah, yang saya butuh bantuan, Pak, tiga di antaranya karena aksesnya belum bagus. Jadi kalau ada orang kena (penyakit) di desa, kan ini harus dibawa ke rumah sakit untuk dirawat,” ujarnya.

Menurut informasi yang ia terima, akses ke Bener Meriah diprediksi terbuka dalam tiga hari. Sementara untuk Aceh Tengah dan Gayo Lues, perkiraannya sekitar pertengahan Desember. Budi menekankan, perbaikan jalan ini krusial. Nyawa ibu hamil dan pasien cuci darah bergantung pada lancarnya rujukan ke rumah sakit.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar