Jakarta - Presiden Prabowo Subianto baru saja mengumumkan sesuatu yang cukup mencengangkan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahannya, kata dia, sudah menjangkau lebih dari 60 juta orang. Bukan cuma itu, kabarnya program ini juga mulai dilirik oleh negara lain. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai mempelajari cara kerja MBG di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat acara groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Suasana di lokasi tampak serius, tapi sesekali beliau menyelipkan nada optimisme.
“Saudara-saudara, kita jangan jadi bangsa yang rendah diri. Banyak negara sekarang belajar MBG dari kita. Di mana ada negara yang bisa memberi makan lebih dari 60 juta orang lima kali seminggu,” ujarnya dengan nada tegas.
Nah, bicara soal angka, berdasarkan data yang dirilis per 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat program ini sudah tembus 61.239.037 orang. Dari jumlah itu, sebagian besar sekitar 49 juta lebih adalah siswa sekolah. Sisanya? Ibu hamil dan lansia juga masuk daftar.
Menurut Prabowo, program ini nggak cuma buat anak-anak sekolah. Kelompok rentan seperti ibu hamil dan lansia juga kebagian jatah. Bahkan, untuk mereka yang sudah tidak bisa berbuat banyak, makanan diantar langsung ke rumah.
"Ibu-ibu hamil diantar makanan, begitu juga orang tua atau lansia yang tidak berdaya. Coba tunjukkan, di negara mana ada seperti ini?" katanya, sambil menantang.
Di sisi lain, ada efek domino yang menarik dari program ini. Prabowo bilang, MBG juga berdampak langsung ke sektor riil. Maksudnya? Petani dan nelayan, misalnya, sekarang punya kepastian pasar. Hasil panen mereka nggak lagi dibiarkan busuk atau dibeli tengkulak dengan harga murah.
“Petani yang sebelumnya hasil panennya tidak terbeli. Saat panen mangga, misalnya, tidak diambil hingga rusak di kebun. Panen tidak terserap, tengkulak datang dan banting harga. Tidak mungkin rakyat kita sejahtera. Sekarang kita ubah, hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar,” ungkap Prabowo.
Ya, setidaknya itulah yang disampaikan. Apakah program ini benar-benar berjalan mulus? Waktu yang akan menjawab. Tapi yang jelas, pemerintah sepertinya serius ingin menjadikan MBG sebagai salah satu program unggulan yang dibanggakan.
Artikel Terkait
Razia Daycare di Yogyakarta, 33 Lembaga Terindentifikasi Belum Miliki Izin Operasional
Misi Dagang Jatim di Malaysia Capai Transaksi Rp15,25 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Wakapolri Soroti Tata Kelola Keuangan, Tiga Polda Raih Penghargaan IKPA Terbaik
Korban Tewas Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang