Kemensos dan Kementerian PPA Kolaborasi Percepat Pemulihan Korban Bencana Sumatera

- Selasa, 10 Maret 2026 | 22:50 WIB
Kemensos dan Kementerian PPA Kolaborasi Percepat Pemulihan Korban Bencana Sumatera

Di Kantor Kementerian Sosial, Selasa (10/3) lalu, dua wakil menteri duduk bersama membahas langkah konkret untuk korban bencana di Sumatera. Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menerima kunjungan dari Wakil Menteri PPA, Veronica Tan. Inti pembicaraan mereka sederhana namun mendesak: bagaimana kolaborasi bisa mempercepat pemulihan.

Agus Jabo langsung menyinggung soal bantuan sosial. Menurutnya, upaya pemulihan didorong lewat dua jalur bansos: reguler dan adaptif. Ia menegaskan, ada instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memaksimalkan penyaluran sebelum Lebaran tiba.

"Kita sedang berusaha menyalurkan semaksimalnya sebelum lebaran," ujar Agus Jabo.

Tapi, katanya, semua itu punya satu syarat mutlak. "Kembali, apa yang menjadi dasar bantuan ini adalah data."

Memang, saat ini banyak pihak turun tangan. Berbagai kementerian dan lembaga bergerak bersama agar masyarakat terdampak bisa bangkit. Stimulan demi stimulan mengalir. Namun begitu, Agus Jabo menekankan bahwa seluruh proses bantuan bencana harus berpijak pada satu data yang valid. Data itu harus disetujui kepala daerah dan disahkan Mendagri, dengan sumber utama dari Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN).

Dari situlah kemudian bansos adaptif Kemensos disalurkan. Bentuknya beragam, mulai dari santunan ahli waris, bantuan jaminan hidup untuk lauk pauk, isian rumah, hingga stimulus ekonomi untuk pemberdayaan.

Di sisi lain, Veronica Tan punya perhatian khusus. Ia ingin memastikan perempuan dan anak-anak, kelompok rentan dalam bencana, bisa melewati masa sulit ini dan kembali menjalani hidup normal. Untuk itu, Kementerian PPA membuka kolaborasi, termasuk dengan Kemensos.

"Saat tinggal di huntara ini, wanita yang tinggal di sana harus dikapasitas agar mereka bisa survive. Artinya, pendampingan juga harus tetap ada," jelas Veronica.

Ia lalu mengusung sebuah program bernama "Kebun Perempuan". Program ini, harapannya, bisa diterapkan baik di hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap).

Gagasan Veronica itu disambut baik oleh Agus Jabo. Ia melihat potensi besar jika program tersebut bisa dijalankan. Perempuan-perempuan di lokasi bencana diajak mengolah kebun, lalu memanen hasilnya. Dari aktivitas berkebun itulah, ketahanan pangan keluarga perlahan bisa terbangun kembali.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar