Namun begitu, rencana ini belum final. CYBR masih harus mengantongi persetujuan dari para pemegang saham. Mereka berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 April 2026 mendatang untuk membahas dan menyetujui langkah ini.
Tak hanya saham biasa, perseroan juga akan menyesuaikan instrumen Waran Seri I. Penyesuaiannya sejalan dengan rasio stock split tadi. Saat ini, ada sekitar 240 juta waran dengan nilai Rp400. Setelah penyesuaian, nilainya turun jadi Rp200 per waran, tapi jumlahnya membengkak menjadi hampir 480,5 juta unit.
Jadi, itulah rencana CYBR ke depan. Stock split seringkali dimaknai sebagai strategi untuk meningkatkan likuiditas dan membuat saham tampak lebih ramah di kantong investor retail. Kita tunggu saja hasil RUPSLB-nya nanti.
Artikel Terkait
Pupuk Indonesia Niaga dan Semen Baturaja Jalin Kerja Sama Perdagangan Clay
Wall Street Turun Lagi, Tertekan Isyarat Eskalasi Ketegangan Timur Tengah
OJK Wajibkan Dana IPO Ditampung dalam Rekening Khusus
Pemerintah Tegaskan Belum Ubah APBN Meski Harga Minyak Sempat Melonjak