- PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) 32,67%
- PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) 25,71%
- PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV) 25,00%
- PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) 24,78%
- PT Yelooo Integra Tbk (YELO) 19,32%
- PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) 18,97%
- PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) 15,91%
- PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) 14,88%
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) 14,39%
- PT Multitrend Indo Tbk (BABY) 14,00%
Namun begitu, tak semua saham beruntung. Di sisi lain papan, sepuluh saham yang tercatat sebagai top loser adalah SHID, INDS, SKBM, FITT, MKAP, RONY, SOTS, CBUT, BSIM, dan DMMX. Mereka mengalami tekanan jual dengan penurunan yang bervariasi, mulai dari 10,81 persen hingga 14,89 persen.
Lalu, bagaimana dengan saham yang paling laris diperdagangkan? Top value hari ini dipimpin oleh raksasa tambang, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dengan nilai transaksi mencapai Rp1,28 triliun. Posisi kedua diisi oleh blue chip favorit, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang mencatatkan transaksi senilai Rp906 miliar.
Disusul kemudian oleh PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan Rp873 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang bertengger di posisi keempat dengan nilai transaksi Rp864 miliar. Itulah kilasan performa pasar modal kita di hari Selasa yang cukup menggembirakan itu.
Artikel Terkait
OJK Wajibkan Dana IPO Ditampung dalam Rekening Khusus
Pemerintah Tegaskan Belum Ubah APBN Meski Harga Minyak Sempat Melonjak
PT ITSEC Asia (CYBR) Rencanakan Stock Split 1:2, Tunggu Persetujuan RUPSLB April 2026
CYBR Rencanakan Stock Split 1:2, Tunggu Persetujuan RUPSLB April 2026