TBS Energi Utama Catat Rugi Akuntansi USD 162 Juta dalam Transformasi ke Energi Hijau

- Selasa, 10 Maret 2026 | 14:35 WIB
TBS Energi Utama Catat Rugi Akuntansi USD 162 Juta dalam Transformasi ke Energi Hijau

“Sementara itu kendaraan listrik dan energi terbarukan memiliki potensi pertumbuhan yang besar dalam beberapa tahun ke depan,” tambah Edo.

Di sisi lain, perusahaan tak berhenti di situ. Melalui CORA Environment, mereka memperkuat bisnis limbah di tingkat regional. Lalu, lewat Electrum, ekosistem kendaraan listrik mereka terus berkembang hingga akhir 2025 sudah ada lebih dari 7.500 unit motor listrik yang beroperasi, didukung oleh sekitar 364 stasiun penukaran baterai.

Di sektor energi terbarukan, proyek mini hidro 6 MW di Lampung sudah berjalan sejak awal tahun. Sementara proyek yang lebih besar, PLTS terapung di Batam berkapasitas 46 MWp, masih dalam pengerjaan dan ditargetkan menyala akhir 2026.

Jadi, apa arti semua ini? Menurut analis, pencatatan rugi non-kas di tengah proses perubahan besar adalah hal yang wajar. Bahkan, kerap terjadi.

“Dalam jangka pendek memang terlihat sebagai tekanan pada laporan laba rugi, tetapi dari sisi arus kas dan potensi pertumbuhan jangka panjang justru memberikan fondasi yang lebih kuat,” pungkas Edo.

Transformasi memang selalu punya harga. Bagi TBS, harga itu tercetak sebagai angka rugi di kertas laporan tahun ini. Tapi di balik itu, mereka sedang membangun fondasi untuk masa depan yang sama sekali berbeda.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar