Lintasarta Sentuh Lebih dari 1.500 Penerima Manfaat dalam Program Ramadan

- Selasa, 10 Maret 2026 | 17:45 WIB
Lintasarta Sentuh Lebih dari 1.500 Penerima Manfaat dalam Program Ramadan

Ramadan tahun ini, Lintasarta punya agenda sosial yang cukup padat. Mereka menyentuh lebih dari seribu lima ratus orang di lima kota berbeda, dari Jakarta hingga Aceh. Semua ini bagian dari inisiatif bertajuk 'Learning to Care & Action to Share', yang cakupannya luas mulai dari bantu perbaikan tempat ibadah, dukung UMKM, sampai edukasi lingkungan buat anak-anak.

Nah, sebagai bagian dari Indosat Ooredoo Hutchison Group, perusahaan ini memang dikenal sebagai 'AI Factory'. Tapi di bulan penuh berkah ini, fokus mereka tak cuma pada teknologi. Mereka juga memberikan apresiasi khusus buat para karyawan, yang disebut sebagai 'Laskar', yang bertugas menjaga layanan tetap lancar saat libur Idulfitri nanti.

Menurut Hariyadi Ramelan, Director & Chief Financial Officer Lintasarta, Ramadan adalah momen yang tepat untuk mengasah empati. Di tengah pesatnya perkembangan digital, peran sosial perusahaan justru semakin penting.

“Kami percaya, kemajuan teknologi harus sejalan dengan kepedulian sosial,” ujar Hariyadi.

“Itu sebabnya, melalui program Ramadan, kami berusaha memberi manfaat yang langsung terasa. Mulai dari dukungan bagi fasilitas ibadah, pemberdayaan ekonomi lokal, edukasi lingkungan, hingga dukungan bagi para Laskar yang bekerja menjaga layanan tetap andal,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).

Perbaikan Tempat Ibadah Pascabencana

Di sisi lain, salah satu program konkret yang dijalankan adalah revitalisasi surau lewat 'Surau Kita Berdaya', bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Hutchison. Fokusnya pada perbaikan fasilitas ibadah di daerah-daerah yang terdampak bencana.

Bantuan perlengkapan ibadah, misalnya, disalurkan ke Mushola Al-Ikhsan. Tujuannya sederhana: mendukung pemulihan aktivitas sosial dan keagamaan warga. Tak hanya di satu tempat, perbaikan serupa juga dilakukan di Masjid Abu Bakar As-Sidiq, Mushola Mansaul Ridho 2, dan Mushola Al Ikhlas. Harapannya, surau bisa kembali berfungsi sebagai jantung kegiatan masyarakat.

Dari Warung untuk Masyarakat

Lalu ada program 'Warung Berkah Ramadan'. Ini menarik. Lintasarta melibatkan langsung pelaku usaha mikro dan warung makan lokal untuk menyediakan makanan bergizi gratis. Sasaran utamanya adalah masyarakat dhuafa dan anak yatim.

Program ini menjangkau ratusan penerima manfaat: 350 di Surabaya, 300 di Makassar, dan 250 di Yogyakarta. Selain membantu yang membutuhkan, langkah ini sekaligus menggerakkan roda ekonomi UMKM setempat. Dua manfaat dalam satu aksi.

Mengajarkan Anak Cinta Lingkungan

Untuk generasi muda, Lintasarta punya kegiatan bertajuk Recycle & Reuse. Sekitar 45 anak yatim di Jakarta diajak belajar mengolah sampah dan berkreasi dengan barang bekas. Program ini bukan sekadar teori, tapi praktik langsung. Tujuannya jelas: menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini dan membentuk kebiasaan berpikir yang lebih ekologis.

Rangkaian Kegiatan dalam Satu Payung

Semua kegiatan tadi sebenarnya adalah bagian dari Safari Ramadan Lintasarta. Program bertema Learning to Care & Action to Share ini diluncurkan secara hybrid di empat kota pada awal Ramadan lalu. Ratusan karyawan turun langsung, didampingi oleh Dewan Komisaris dan Direksi. Dalam kesempatan yang sama, perusahaan juga menyalurkan santunan dan perlengkapan ibadah untuk 140 anak yatim di berbagai kota.

Kalau dijumlahkan, program Ramadan mereka tahun ini berhasil menjangkau lebih dari 1.500 penerima manfaat. Mereka juga membantu 11 masjid dan surau, serta memberdayakan empat UMKM lokal.

Melalui serangkaian inisiatif ini, Lintasarta ingin menegaskan posisinya. Bukan cuma sebagai penyedia solusi ICT dan infrastruktur digital, tapi juga sebagai mitra strategis yang peduli. Transformasi digital yang mereka usung lewat teknologi dan AI, rupanya, ingin berjalan beriringan dengan kontribusi nyata untuk masyarakat.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar