Singapura Tutup Pintu Izin Kerja Artis Asing Mulai 2026

- Kamis, 18 Desember 2025 | 09:12 WIB
Singapura Tutup Pintu Izin Kerja Artis Asing Mulai 2026

Singapura resmi akan menutup pintu bagi skema izin kerja khusus artis pertunjukan asing. Mulai 1 Juni 2026 nanti, program Work Permit (Performing Artiste) tak lagi menerima pendaftaran baru. Keputusan ini, menurut pemerintah, tak bisa dihindari lagi.

Pasalnya, skema yang seharusnya mendukung industri hiburan itu justru banyak disalahgunakan oleh sindikat tertentu. Menteri Ketenagakerjaan Singapura (MOM) menjelaskan, izin yang masih aktif boleh terus dipakai sampai habis masa berlakunya. Tapi untuk yang baru? Sudah tutup.

Dari Hiburan Jadi Celah Hukum

Program ini sebenarnya sudah jalan sejak 2008. Tujuannya sederhana: memudahkan tempat hiburan berlisensi seperti klub, hotel, atau bar untuk mendatangkan artis asing dalam kontrak singkat, paling lama setengah tahun.

Namun begitu, investigasi terbaru membuka fakta lain. Operasi gabungan MOM dan polisi menemukan pola yang mencurigakan. Banyak tempat hiburan yang terdaftar ternyata sepi aktivitas, bahkan mati suri. Tapi dari situ, justru muncul sindikat yang memanfaatkan nama tempat itu untuk mengurus izin artis.

Setelah izin keluar, para artis itu kemudian "dilepas" untuk bekerja di lokasi lain yang tak terdaftar. Prakteknya jadi liar.

“Melihat luasnya penyalahgunaan skema ini, MOM bersama instansi terkait menilai bahwa program tersebut sudah tidak lagi memenuhi tujuan awalnya,”

Begitu penjelasan resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan. Intinya, program ini sudah jauh melenceng dari rel awalnya.

Masa Transisi dan Jalan Keluar

Tanggal 1 Juni 2026 dipilih dengan pertimbangan matang. Pemerintah memberi waktu hampir dua tahun bagi pelaku usaha untuk beradaptasi. Mereka yang masih punya artis dengan izin aktif boleh bernapas lega dulu bisa dipertahankan sampai kontraknya selesai.

Sebelum kebijakan final, MOM sudah duduk bersama dengan asosiasi pelaku usaha hiburan malam, SNBA. Dialog ini penting agar industri tidak kaget dan bisa mencari alternatif.

Lalu, apa penggantinya? Tempat hiburan disarankan beralih ke penyedia jasa hiburan (entertainment service provider) ketimbang merekrut artis asing secara langsung. Opsi lain, mereka bisa mengajukan izin kerja reguler yang persyaratannya lebih ketat. Untuk pertunjukan singkat berskala khusus seperti acara pemerintah atau di ruang publik masih ada celah melalui skema pengecualian izin kerja (WPE).

Tapi hati-hati. Pengecualian itu sama sekali tidak berlaku untuk bar, klub, pub, atau restoran yang punya lisensi hiburan umum. Bagi mereka, aturan baru ini tetap berlaku penuh.

Ke depan, MOM berjanji akan terus memantau perkembangan situasi, bekerja sama dengan kementerian perdagangan dan asosiasi. Mereka ingin memastikan sektor hiburan malam Singapura tetap hidup, tapi dengan cara yang lebih tertib dan bersih.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler